Senin, 25 Oktober 2010

Notes on Saturday, October 23 th 2010

Notes on Saturday, October 23 th 2010

by: ek@-hik@ru

Pagi ini saya terbangun setelah mendengar kumandangadzan subuh. Gerimis pelan terdengar dari kamarku. Seperti doubing musik yang mengawali hari ini. Merencanakan sekian aktivitas yang saya rencanakan tadi malam. Namun pagi ini sedikit berbeda karena setelah aktivitas subuh biasanya saya melaksanakan rutinitas Sabtu pagi.Seperti : membaca qur’an, membuka siroh nabawiyah (sekedar untuk mengingat), al-ma’tsurat, brain gym adaptif, membuat teh manis dan beres - beres rumah (nyapu, ngepel, nyuci dan bantu masak ) sampai yang terakhir aktivitas pribadi. Barulah aktivitas itu selesai bisa melaksanakan agenda di luar rumah.

Berbeda.”ya memang beda”. Karena jadwal pekanan Islamic Study Club berubah pukul 07.30 WIB. Khusus hari ini. Otomatis saya harus prepare sebelum pukul 06.00 WIB mengingat jarak tempuh dari Bintaro cukup jauh. Setelah sholat subuh saya masih punya tugas membantu rekankerja saya mengoreksi IEP (Individual Education Program) siswa kami. Walaupun tadi malam nglembur tetap saja belum selesai. Saya berusaha seefektif mungkin mengingat waktu yang saya punya sangat terbatas.Beres - beres belum dIlakukan lho….” Harus cepat” kata saya.

Saya masih mencoret – coret lembar demi lembar IEP dan kondisi kamar juga masih penuh dengan kertas- kertas. Penaku bergerak lumayan cepat….yach sangat harmonis ditemani hujan yang manis di pagi hari. “Bu, Bu Eka ada nggak?” terdengar seperti suara kawan kerja yang kosnya berdekatan. Tidak lama kemudian ternyata benar dugaan saya. Bu Ila datang. “Bu Eka…….!” Bu Ila memanggil saya.”Iya masuk aja “ jawab saya. Pintu terbuka dan Bu Ila sudah rapi kelihatan mau pergi. “ Bu mau pergi tidak?” Tanya dia. “Iya Aku mau ISC” saya jawab spontan”. Ini saya mau ISC juga jas hujanku ku cuci kalau Bu Eka tidak pergi mau aku pinjem. Yach…gimana dong nekat aja nich” Bu Ila berkata padaku setengah masih ingin menyampaikan sesuatu. “Gimana ya Bu…”Tanya Bu Ila kepadaku. “di lap aja Bu…gak papa” . dia menyanggupi dan mengucapkan salam untuk meninggalkanku. Aku tidak sempat menyambutnya karena aku sedang terburu- buru juga.

IEP selesai kulanjutkan beres- beres sambil menunggu Teteh mencuci di KM.” Tuhanku ampunkanlah segala dosaku…………” lagu Snada tanda SMS dari HP. Ku buka SMS berisi pemberitahuan bahwa teman kami ada yang ijin karena sakit jadi tempat belajar kami di pindah ke tempat lain. Suara ramai orang ngobrol di jalan terdengar sampai kamarku. “Seperti suara Pak Beni dan Bu Sri” Gumamku. Lalu segera ku ambil plastik untuk membungkus file dan lari ke pintu gerbang dan ternyata….bukan L

Ya ….sudah prepare diri sudah selesai aku pamitan dengan Ibu dan Bapak kos yang lagi asyik main sama Caca.

Planning pertamaku hari ini adalah mengantarkan file ke Sekolah Alam Bintaro. Di depan ICT saya melihat kumbang badak sedang berjalan. Sekilas pikiranku bergerak kepada ke-khas-an Sekolah Alam Bintaro. Aku berfikir kenapa tidak diambil aja khas Sekolah Alam Bintaro adalah kumbang badak?. Di sini kan paling banyak kumbang badak. Kalau dibuat penangkaran kumbang badak pasti bagus dech. Entahlah pikiran itu kubiarkan begitu saja karena waktu sudah tidak cukup untuk diam mengamati kumbang badak. Yup ! meluncur ke pertigaan pos polisi. Hehe sebutan saja karena memang pertigaan ini tempat polisi (katanya jaman dulu) sekarang padang ilalang dan tumpukan sampah yang berbau menyengat.

Pikiran tentang kumbang badak ku simpan sambil jalan.

Rute perjalananku pagi ini dimulai pukul 07.00 WIB. Dengan kondisi jalan masih direnovasi,macet itu pasti. Dari mobil angkot D10 turun di pertigaan Tamanmangu lalu oper ke mobil 07 arah Kebayoran turun di Cipadu. Seperti biasa aku duduk di depan jika depan masih kosong. Setelah mobil 07 disambung mobil 09 yang ke arah Garden.

Aku terlambat 45 menit.(biasa macet di daerah dekat Univ.Mercu karena lampu merah dan perempatan Joglo ).Pembelajaran belum dimulai baru dimulai setelah saya datang. Kami membahas periodesasi dakwah Rasulullah dan melihat presentasi VCD Satria Hadi Lubis. Yup sangat menarik….

Periodesasi dakwah rasulullah. Yach judul yang tidak asing untuk mereka yang sudah aktif di kampus. Mereka sering diberi suplemen ilmu tentang siroh. Tapi ketika sudah merambah masyarakat maka jika tidak diulas kembali pasti akan lupa. Alhamdulillah dengan seperti ini jadi mengingatkan memori di kepala tentang hal ini. Pembahasan kami berikutnya adalah menejemen diri versi ustadz Satria Hadi lubis.

Tak terasa perbicangan kami belajar tentang belajar dan menejemen diri versi ustadz Satria Hadi lubis tidak terasa. Tahu – tahu pukul 10.30 WIB.

Planing ke dua hari ini adalah ke Jakarta Convention cente (JCC). Awalnya agak bingung membedakan antara Gelora Bung Karno dan Istora Senayan Jakarta. Meskipun sering ke bookfair masih saja bingung karena salah satu yang bernama JCC belum pernah ku kunjungi. Sesuai referansi setelah naik kopaja P16 ( Ciledug – Tanah Abang) saya naik 102 (Ciputat – Tanah Abang). Untuk meyakinkan diri saya tanya kepada sopir kopaja ” Bang JCC lewat nggak?” si sopir mengangguk. “ Tolong dibantu ya Bang, saya belum tahu JCC”. Dan sopir mengangguk lagi. Ini Jakarta jadi tidak sepenuhnya saya percaya kalau sopir akan ingat kata tolong saya, jadi selama kopaja mulai beroperasi saya melihat kanan dan kiri. Kopaja 102 berhenti di Gelora Bung Karno saya tanya” Bang ini JCC bukan?”. “Bukan Neng…… nggak bilang sich udah lewat Neng, turun sini aja naik mobil lagi” jawab supirnya. “Hm………” gumamku dalam hati supirnya lupa kali karena setumpuk urusan yang harus dihadapi hari ini salah satunya macet. Maka aku kembali naik kopaja 102 dengan arah berlawanan. Baru naik saya bayar kepada kondektur dengan uanga Rp 5000-an. Dan saya ditanya “ Mana Neng? Slipi?”. “JCC”. Jawabku.” Lah ini JCC deket.Nyebrang nggak papa? Turun turun!”. Alhasil ternyata JCC dengan Gelora Bung Karno sangat dekat karena bayaran kopaja normal Rp 2000, saya hanya bayar Rp 1000 saja.

Alhamdulillah……Nyampe… oh! Ini namanya JCC. Jadi tahu ya…”.Maklum, first time here ! dengan kesasar sedikit.

Memang benar ada spanduk besar bertuliskan “ Gelar karya pemberdayaan masyarakat” kalau tidak salah judul nya ya…

Bergerak menuju mushola. Sholat dzuhur dulu.

Selesai sholat dhuhur kaki melangkah masuk ke area pameran ambil hanphone untuk sms kawan saya yang bertugas di pameran ini. Kawan saya ini aktif di LSM yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang ikut dalam pameran ini. Sambil mencari saya lihat produk 2 yang dibuat oleh Departemen Pariwisata….seperti biasa saya paling suka dengan produk yang unik, memotret dan jika boleh membawa buku panduan saya bawa sebagai buah tangan. Yang saya lihat pertama ada batu- batuan bagus banget tapi harganya tak cukup bila menggunakan uang sakuku hari ini. Harga yang tertera Rp 550 ribu. Jadi melihat saja sudah cukup. Sambil jalan subhaannallah kawanku menegurku saat aku jalan. Alhamdulillah senang rasanya bisa ketemu lagi …. :)

Seperti biasa kami bertanya tentang kabar dan lain2 setelah itu saya ditemani untuk keliling area pameran. Saya tidak terlalu ingat khas daerah mana yang unik ada di pameran ini.

Beberapan stand yang kami kunjungi sesuatu menawarkan kepada kami antara lain:

1.Wajik tomat yang dikelola oleh binaan CSR BPMIGAS

2. Makanan dari sagu yang ditaburi parutan kelapa, cokelat sagu dan butter sagu berdekatan dengan stand CSR bakery

3. Kementan yang unik dengan tanaman sawinya dan hasil pertanian lainnya

4. Stand yang saya lupa dari daerah mana. Saya bersama kawan berfoto dengan topi burung cenderawasih yang sudah mati kemudian di awetkan.

5. CSR binaan Telkom ada SLB B di rangkas bitung dengan hasil berupa media pembelajaran paud.

6. CSR dari perusahaan air mancur yang menjual produk jamu.

7. Sari husada dengan patung sapinya dan dengan produk pengolahan sampah yang berasal dari sampah plastic berupa tas ransel.

Sederet CSR yang lain yang tak kuingat satu persatu

Tidak semua stand kami masuki tetapi sudah memunculkan ide – ide segar kembali. Terima kasih kawan sudah menemaniku berkeliling area pameran. CSRnya beragam ada yang dari pemerintah seperti PNPM dan ada yang dari perusahaan besar di Indonesia.

Sepulang dari JCC saya menuju Ciputat. Otomatis naik 102 lagi dari JCC. Ini kopaja semena2 hanya sampai Lebak Bulustidak sampai Ciputat. Dengan sedikit sebel kopaja menurunkan semua penumpang di Lebak Bulus.apa boleh buat harus menyambung lagi lalu saya naik C01 yang kearah Ciputat.

Di bawah jembatan Ciputat saya turun dari C01 cukup bayar Rp 2000 saja. Seperti biasa tukang ojek mengacungkan tangan tanda menawarkan ojek. Dan seperti biasa pula saya geleng – geleng kepala. Di depan angkot D10 angkot terakhir menuju rumah ada penjual pisang. Yach …mencoba menawar ternyata cocok ya saya beli dua. Dalam perjalanan menuju bintaro sebelah saya ada penumpang ibu – ibu yang sedang menelfon keluarganya. Untuk mencari belanjaan yang tidak didapat di pasar Ciputat. Percakapan tidak begitu lama begitu selesai dia memberikan HP kepada anaknya (soalnya anaknya yang sudah besar ini memanggilnya mama).

Diperempatan dekat Bambini School ada penumpang yang turun dan naiklah seorang ibu bersama 1 anaknya. Ibunya cantik terlihat supel dan ramah. Mengobrol dengan anaknya yang duduk di sebelah saya. Awalnya ibunya hanya seperti guide yang menunjukkan sekolah saudara- saudaranya kepada anaknya.lalu ibunya memberitahu anaknya jika dia pergi bekerja naik kereta dari stasiun Sudimara. Jalanan dekat stasiun ini lumayan macet. Mobil D10 yang kami tumpangi menyelip antrian mobil di sebalah kiri mobil2 pribadi saat di tikungan “asgtaghfirullah!” semua tersentak kaget karena ada motor yang ingin menyalip dari sebelah kanan mobil D10 yang kami tupangi.Alhamdulillah rem cukup bagus jadi tidak ada masalah. Tetapi dengan kekagetan ini kemudian menjadi sebab pembicaraan antara penumpang.

Jalan belum lancar tepat di jembatan rel ada kereta yang melintas. Si anak yang melihat” Eh ada kereta” dan ibu disebelah menjawab “Iya dek itu keretanya kita bisa naik juga lho…” ibunya menjawab sambil senyum.Nah dari sini ibu sang anak bercerita tentang kereta kepada penumpang lainnya. Saya hanya menyimak pembicaraan 3 ibu yang duduk dekat dengan saya.

Ibu yang punya anak mengawali pembicaraan dengan “Harus hati2 kalau misalnya mau turun angkot.” “Lihat belakang ada kendaraan atau tidak. Tetangga saya ketabrak dan langsung mati ditempat saat turun dari angkot ada kendaraan yang melintas”. Ibu yang lain mengangguk sambil dahinya mengerut karena kasihan mungkin ya…” Trus gimana itu Bu” tanya ibu yang lain. “ Ya…saat ditanya keluarganya minta menunda menjawab sebelum pemakaman ibu yang meninggal tertabrak motor saat turun angkot selesai. Setelah selesai keluarga sang korban menuntut pelaku /penabrak, menurut keluarga korban ini murni kecelakaan. Pembawa motor adalah siswa SMP , tidak punya SIM, sepeda motornya juga pinjaman. Hm….mesti hati – hati Bu…kalau bawa motor kejadian begitu gimana ? habis kan?” Si Ibu bercerita sangat serius. Saya masih terpaku dengan obrolan mereka.

“ Trus penabraknya anak sekolah gimana Bu?” tanya ibu yang lain.” Ya karena keluarga korban minta jalur hukum ya….di penjara padahal masih anak sekolah lho Bu….” Jawab ibunya.” Kasihan ya…” penumpang lain menjawab berbeda. “lha kok kasihan sich Bu….biarin aja orang salah” jelas ibu yang menceritakan.

Ibu ini bercerita lagi dengan tema yang berbeda sekarang ganti kereta api. Semenjak ada kejadian kecelakaan Senja Utama dengan Argo anggrek. Layanan kereta api kurang begitu memuaskan banyak yang telat. Dan itu juga berefek untuk kereta jurusan Serpong – Kota. Beberapa hari yang lalu ada traouble di lintasan kereta ini namun tidak ada korban.

Si ibu masih semangat menceritakan bahwa salah satu rekan kerjanya ada yang meninggal di kecelakaan kereta di stasuin yang ada di Pemalang itu. Dan ada rekan kerja yang biasa pulang week end ke kampung dengan kereta dia juga tidak pulang. Masih soal kereta. Saya hanya menjadi pendengar yang baik karena si Ibu bercerita dengan mimik yang bagus. Menjiwai pula. “ Sekarang naik kereta juga harus hati – hati “kata si Ibu. “ Ada copet”. Si ibu menceritakan dengan detil. Ya wajar karena Ibu ini pulang dan berangkat ke kantor menggunakan jasa kereta api. Dari penjelasan Ibu ini disimpulkan bahwa penampilan copet itu banyak yang bagus, necis, rapid dan wangi lebih rapi dari pegawai kantor.” Biasanya mereka dari serpong”tutur ibunya.”ada penumpang kereta yang baru naik tiba- tiba bilang eh HP saya hilang dicopet, ada yang di hipnotis dengan dipijat – pijat kakinya. Sambil mijat ternyata sembari mencari barang berharga untuk di copet. Ada tas yang disobek dengan silet ada juga yang digunting menjelang naik atau turun dari kereta.” Jelas ibu nya lagi.” Sekarang naik kereta ekspress pun tidak aman lho Bu….”.penumpang lain terheran “ Kenapa?” tanyanya. Di gerbong ekspress dengan harga tiket Rp 8000 meskipun ada gerbong khusus untuk wanita di gerbong depan dan paling belakang tetep aja copetnya. Wajah saya dan 2 penumpang lain semakin heran. Si Ibu menjelaskan lagi “ Pernah kejadian saya lihat ada penumpang deket saya di kereta ekspress dicopet sama copet perempuan. Ada satpam lho….tapi satpamnya tidak sigap.Hergh!saya jadi gemes pengen nimpuk satpamnya”. Ibu nya Nampak kesel dengan mengingat cerita ini.” Habisnya satpam kan jaga keamanan tapi kok nggak sigap”.

“Sekarang ini naik kendaraan apa aja harus hati – hati. Nggak angkot, nggak kopaja nggak metromini nggak kereta, nggak trans Jakarta dengan kelas eksekutif atau ekonomi harus waspada. Nggak pandang bulu Bu……..” Si ibu masih semangat bercerita. Yang lain mengangguk percaya atau tidak sich kurang tahu saya.

Suasana sudah gelap. Adzan maghrib pun sudah berkumandang disepangjang perjalanan naik angkot D10 ini. Bincang antar penumpang masih berlanjut.” Makanya kalau pergi –pergi saya nggak buka – buka handphone mau krang kring saya biarin aja” tegas ibunya.

Gaya bercerita ibu ini memang bagus. Setelah lewat Tegalrotan Ibunya bercerita “Sekarang macet ini. Jalan banyak dicor rata seluruh Tangerang. Katanya yang dana-in itu ya….calon walikota no 4”. Sekarang ganti topik. Politik. “ Ada 4 calon bingung mau milih yang mana. Paling Cuma gitu aja bangun jalan biar dipilih alih2 sudah jadi juga nggak ada perubahan”. “Saya males”. Si ibu nampak apatis dengan pemiluwalikota Tangsel.” Makanya saya kalau ada berita tentang politik nggak begitu suka habisnya beritanya bikin kesel uang rakyat di korupsi mulu…. Saya lebih senang nonton yang sergap – sergap begitu”.

Si ibu yang sudah bercerita panjang lebar sudah sampai tempat tujuan. Rupanya ibu ini mau pergi ke laundry dekat BTC bintaro. Sambil melempar senyum perpisahan “ Mari Bu….saya duluan…” kami yang masih di angkot membalas senyum sambil mengangguk.” Iya mari…”

Dari BTC ke jalan Haji Som tidak begitu jauh 15 menit saya sampai tujuan.Tepat di Bunderan setelah pom petronas saya turun. Memang sudah gelap pukul 19.00 saya turun angkot. Menuju kos saya tinggal jalan kaki sedikit sambil jalan saya bayangin cerita ibu dan menyimpulkan bahwa mungkin tadi Allah menjadikan sopir mengerem dadakan mobil angkot yang kami tumpangi supaya saya dan penumpang lain saling menyapa dan berbagi informasi.

Scenario Allah memang hebat dari hal yang tidak terduga saya bisa bersilaturahim dengan sahabat saya di JCC. Dengan hal yang tidak terduga pula saya jadi tahu realitas masyarakat dalam bepergian. Yach ini potongan hidup.Butuh hati yang bersih untuk memaknai semua kejadian supaya kita bisa tetap tawakkal kepada Allah.

Alhamdulillah hari ini dapat 6 halaman. Semoga istiqomah untuk menulis.mohon doanya ^^

Sabtu, 25 September 2010

serpihan pagi untuk siang yang hangat

Bintaro, 23 september 2010 . hari pelatihan guru sekolah alam di Parung, Kabupaten Bogor...saya bersama kawan saya sudah merencanakan untuk mengendarai sepeda motor berdua...yah tepat pukul 08.30 WIb di perempatan dekat Carrefour Bintaro. hm........sejenak akau menunggunya di datang bersama motor kesayangannya..Alhamdulillah......... perjalanan kami terbilang lancar walau banyak angkot berjubelan dan mobil pribadi terasa membanjirijalan yang kami susuri. hup ha! akhirnya satu persatu bisa kami lewati....berharap bisa cepat sampai ditempat tujuan ........ pukul 08.50 kami sampai di lokasi ...eit ternyata sudah penuh ruangan dan ada konsultan yang di depan pintu menyambut kedatangan kami....ha! terlambat kita bu" apa boleh buat isi meteri memang sudah pernah kami dapat tapi tetep aja lupa tali temali je ..hi hi pas banget sama lebaran! konsekuensinya adalah kami dihukum sekejam!!!! menurutku ini hukuman yang tidak adil karena kami terlambat bukan disengaja melainkan karena informasi yang disampaikan pimpinan kami masuk pukul 09.00. ya wajar kalau kami datang mendekati jam sembilan. haduh ya sudah apa daya tak punya power untuk membela diri hufff BAHWA INI CONTOH YANG TIDAK BAIK UNTUK KU! DAN INI KAN MENJADI CATATAN KHUSUS UNTUK KU KE DEPAN ...BE THE BEST THAN,,,,,,,,,

Selasa, 17 Maret 2009

ciri wanita surga.

Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati. Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : “(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15) “Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21) Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya : “Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23) “Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56) “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58) “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau : “ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu) Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557) Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi? Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia. Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah : 1. Bertakwa. 2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. 3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu. 4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya. 5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya. 6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata. 7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat. 8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki. 9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya. 10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia. 11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk. 12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah). 13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya. 14. Berbakti kepada kedua orang tua. 15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh. Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13). Wallahu A’lam Bis Shawab. (Dikutip dari tulisan al ustadz Azhari Asri, judul asli Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya. MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini)

PESAN-PESAN UNTUK ISTERI

Anas berkata, “Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya.” Ummu Humaid berkata, “Para wanita Madinah, jika hendak menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, pertama-tama mereka datang kepada ‘Aisyah dan memasukkannya di hadapannya, lalu dia meletakkan tangannya di atas kepalanya seraya mendo’akannya dan memerintahkannya agar bertakwa kepada Allah serta memenuhi hak suami”[1] ‘Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berwasiat kepada puterinya, “Janganlah engkau cemburu, sebab itu adalah kunci perceraian, dan janganlah engkau suka mencela, karena hal itu menimbulkan kemurkaan. Bercelaklah, karena hal itu adalah perhiasan paling indah, dan farfum yang paling baik adalah air.” Abud Darda' berkata kepada isterinya, “Jika engkau melihatku marah, maka redakanlah kemarahanku. Jika aku melihatmu marah kepadaku, maka aku meredakanmu. Jika tidak, kita tidak harmonis.” Ambillah pemaafan dariku, maka engkau melanggengkan cintaku. Janganlah engkau berbicara dengan keras sepertiku, ketika aku sedang marah Janganlah menabuhku (untuk memancing kemarahan) seperti engkau menabuh rebana, sekalipun Sebab, engkau tidak tahu bagaimana orang yang ditinggal pergi Janganlah banyak mengeluh sehingga melenyapkan dayaku Lalu hatiku enggan terhadapmu; sebab hati itu berbolak-balik Sesungguhnya aku melihat cinta dan kebencian dalam hati Jika keduanya berhimpun, maka cinta pasti akan pergi ‘Amr bin Hajar, Raja Kindah, meminang Ummu Ayyas binti ‘Auf. Ketika dia akan dibawa kepada suaminya, ibunya, Umamah binti al-Haris menemui puterinya lalu berpesan kepadanya dengan suatu pesan yang menjelaskan dasar-dasar kehidupan yang bahagia dan kewajibannya kepada suaminya yang patut menjadi undang-undang bagi semua wanita. Ia berpesan: “Wahai puteriku, engkau berpisah dengan suasana yang darinya engkau keluar, dan engkau beralih pada kehidupan yang di dalamnya engkau naik untuk orang yang lalai dan membantu orang yang berakal. Seandainya wanita tidak membutuhkan suami karena kedua orang tuanya masih cukup dan keduanya sangat membutuhkanya, niscaya akulah orang yang paling tidak membutuhkannya. Tetapi kaum wanita diciptakan untuk laki-laki, dan karena mereka pula laki-laki diciptakan. Wahai puteriku, sesungguhnya engkau berpisah dengan suasana yang darinya engkau keluar dan engkau berganti kehidupan, di dalamnya engkau naik kepada keluarga yang belum engkau kenal dan teman yang engkau belum terbiasa dengannya. Ia dengan kekuasaannya menjadi pengawas dan raja atasmu, maka jadilah engkau sebagai abdi, niscaya ia menjadi abdimu pula. Peliharalah untuknya 10 perkara, niscaya ini akan menjadi kekayaan bagimu. Pertama dan kedua, tunduk kepadanya dengan qana’ah (merasa cukup), serta mendengar dan patuh kepadanya. Ketiga dan keempat, memperhatikan mata dan hidungnya. Jangan sampai matanya melihat suatu keburukan darimu, dan jangan sampai mencium darimu kecuali aroma yang paling harum. Kelima dan keenam, memperhatikan tidur dan makannya. Karena terlambat makan akan bergejolak dan menggagalkan tidur itu membuat orang marah. Ketujuh dan kedelapan, menjaga hartanya dan memelihara keluarga dan kerabatnya. Inti perkara berkenaan dengan harta ialah menghargainya dengan baik, sedangkan berkenaan dengan keluarga ialah mengaturnya dengan baik. Kesembilan dan kesepuluh, jangan menentang perintahnya dan jangan menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau menyelisihi perintahnya, maka hatinya menjadi kesal dan jika engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak merasa aman terhadap pengkhianatannya. Kemudian janganlah engkau bergembira di hadapannya ketika dia bersedih, dan jangan pula bersedih di hadapannya ketika dia bergembira”[2] Seseorang menikahkan puterinya dengan keponakannya. Ketika ia hendak membawanya, maka dia berkata kepada ibunya, “Perintahkan kepada puterimu agar tidak singgah di kediaman (suaminya) melainkan dalam keadaan telah mandi. Sebab, air itu dapat mencemerlangkan bagian atas dan membersihkan bagian bawah. Dan janganlah ia terlalu sering mencumbuinya. Sebab jika badan lelah, maka hati menjadi lelah. Jangan pula menghalangi syahwatnya, sebab keharmonisan itu terletak dalam kesesuaian. Ketika al-Farafishah bin al-Ahash membawa puterinya, Nailah, kepada Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan Radhitallahu ‘anhu, dan beliau telah menikahinya, maka ayahnya menasihatinya dengan ucapannya, “Wahai puteriku, engkau didahulukan atas para wanita dari kaum wanita Quraisy yang lebih mampu untuk berdandan darimu, maka peliharalah dariku dua hal ini : bercelaklah dan mandilah, sehingga aromamu adalah aroma bejana yang terguyur hujan.” Abul Aswad berkata kepada puterinya, “Jangalah engkau cemburu, sebab kecemburuan itu adalah kunci perceraian. Berhiaslah, dan sebaik-baik perhiasan ialah celak. Pakailah wewangian, dan sebaik-baik wewangian ialah menyempurnakan wudhu.’” Ummu Ma’ashirah menasihati puterinya dengan nasihat berikut ini yang telah diramunya dengan senyum dan air matanya: “Wahai puteriku, engkau akan memulai kehidupan yang baru… Suatu kehidupan yang tiada tempat di dalamnya untuk ibumu, ayahmu, atau untuk seorang pun dari saudaramu. Engkau akan menjadi teman bagi seorang pria yang tidak ingin ada seorangpun yang menyekutuinya berkenaan denganmu hingga walaupun ia berasal dari daging dan darahmu. Jadilah engkau sebagai isteri, wahai puteriku, dan jadilah engkau sebagai ibu baginya. Jadikanlah ia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam kehidupannya dan segalanya dalam dunianya. Ingatlah selalu bahwa suami itu anak-anak yang besar, jarang sekali kata-kata manis yang membahagiakannya. Jangan engkau menjadikannya merasa bahwa dengan dia menikahimu, ia telah menghalangimu dari keluargamu. Perasaan ini sendiri juga dirasakan olehnya. Sebab, dia juga telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan meninggalkan keluarganya karenamu. Tetapi perbedaan antara dirimu dengannya ialah perbedaan antara wanita dan laki-laki. Wanita selalu rindu kepada keluarganya, kepada rumahnya di mana dia dilahirkan, tumbuh menjadi besar dan belajar. Tetapi dia harus membiasakan dirinya dalam kehidupan yang baru ini. Ia harus mencari hakikat hidupnya bersama pria yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru, wahai puteriku. Inilah masa kini dan masa depanmu. Inilah mahligaimu, di mana kalian berdua bersama-sama menciptakannya. Adapun kedua orang tuamu adalah masa lalu. Aku tidak memintamu melupakan ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selama-lamanya. Wahai sayangku, bagaimana mungkin ibu akan lupa belahan hatinya? Tetapi aku meminta kepadamu agar engkau mencintai suamimu, mendampingi suamimu, dan engkau bahagia dengan kehidupanmu bersamanya.” Diriwayatkan bahwa Ibnu Abi ‘Udzr ad-Du'ali -pada hari-hari pemerintahan ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu- menceraikan wanita-wanita yang dinikahinya. Sehingga muncullah kepadanya beberapa peristiwa yang tidak disukainya berkenaan dengan para wanita tersebut dari hal itu. Ketika dia mengetahui hal itu, maka dia memegang tangan ‘Abdullah bin al-Arqam sehingga membawanya ke rumahnya. Kemudian dia berkata kepada isterinya: “Aku memintamu bersumpah demi Allah, apakah engkau benci kepadaku?” Ia menjawab, “Jangan memintaku bersumpah demi Allah.” Dia mengatakan, “Aku memintamu bersumpah demi Allah.” Ia menjawab, “Ya.” Kemudian dia berkata kepada Ibnul Arqam, “Apakah engkau dengar?” Kemudian keduanya bertolak hingga sampai kepada ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu lalu mengatakan, “Kalian mengatakan bahwa aku menzhalimi kaum wanita dan menceraikan mereka. Bertanyalah kepada al-Arqam.” Lalu ‘Umar bertanya kepadanya dan mengabarkannya. Lalu beliau mengirim utusan kepada isteri Ibnu Abi ‘Udzrah (untuk datang kepada ‘Umar). Ia pun datang bersama bibinya, lalu ‘Umar bertanya, “Engkaukah yang bercerita kepada suamimu bahwa engkau marah kepadanya?” Ia menjawab, “Aku adalah orang yang mula-mula bertaubat dan menelaah kembali perintah Allah kepadaku. Ia memintaku bersumpah dan aku takut berdosa bila berdusta, apakah aku boleh berdusta, wahai Amirul Mukminin?” Dia menjawab, “Ya, berdustalah. Jika salah seorang dari kalian tidak menyukai salah seorang dari kami, janganlah menceritakan hal itu kepadanya. Sebab, jarang sekali rumah yang dibangun di atas dasar cinta, tetapi manusia hidup dengan Islam dan mencari pahala”[3] Kepada setiap muslimah yang memenuhi hak-hak suaminya dan takut terhadap murka Rabb-nya karena dia mengetahui hak suaminya atasnya! Inilah contoh sebagian pria yang mensifati isterinya yang tidak mengetahui hak suaminya dan tidak pula memelihara kebaikannya. Ia tidak mempercantik diri dan tidak berdandan untuknya, serta bermulut kasar. Ia mensifatinya dengan sifat yang membuat hati bergetar dan telinga terngiang-ngiang. Camkanlah sehingga engkau tidak jatuh ke tempat yang menggelincirkan ini. [Disalin dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif Ilal Yaa, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Nikah Dari A Sampai Z, Penulis Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq, Penterjemah Ahmad Saikhu, Penerbit Pustaka Ibnu Katsair] dikutip dari Oleh my Qur'an tulisan Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq

Sabtu, 28 Februari 2009

perjalanan tak mengenal lelah

manusia sering merasakan capek bosan dalam menghadapi kemelut kehidupan. pilihan - pilihan hidup kadang menjadi tantangan tersendiri. jakarta adalah kota yang penuh dengan berbagi masalah lengkap dari budaya, moral, sampai intelektual. kemiskinan yang melanda negeri ini membuat para caleg bersuara lantang membela rakayat. ada yang memang hanya gombal janjai ada pula yang meniatkan sebagai sarana untuk memperbaiki bangsa. panggung politik selalu mengalami fluktuasi isu. tak heran gelagar para artis sekarang jadi tren untuk ditiru. bukankah sudah terjadi beberapa waktu yang lalu. hm...... sang presiden dan wakil dianggap saling seteru saling menyepelekan masalah perolehan suara dari partainya masing - masing. yang namanya di publiskan ya pasti terkenal kan? orang indonesia lebih menyukai yang terkuak atau sekedar menelusuk bahkan mengada - ada akaibatnya yang seharusnya jadi instrospeksi berubah menjadi ajang untuk unjuk diri pemilu kan sebentar lagi ini. masihkah ada pertanyaan dengan jawaban yang membosankan mengenai pemilu. dampak pemilu dan proses pemilu. pakah kita sudah menjadi warga negara yang baik ?