Kamis, 20 Januari 2011

tipe kepribadian


Berpuluh tahun lamanya tipologi yunani yang bersifat filosofis ini berpengaruh luas sekali. Bahkan psikologi modern telah mengemukakan banyak saran baru mengenai penggolongan temperamen, tetapi tidak ada yang dapat menemukan penggolongan yang lebih bisa diterima seperti yang dikemukakan oleh Hippocrates dan Galenus.
Untuk memperoleh gambaran mengenai berbagai sifat temperamen yang melekat dalam setiap cairan, berikut adalah gambaran dari penggolongan manusia berdasarkan keempat bentuk cairan tersebut.
Tipe Kepribadian Choleris
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan chole. Dimana orang yang choleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa, pendendam, dan serius.
Tipe Kepribadian Melancholis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan melanchole. Dimana orang yang melancholis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis, penakut, dan kaku.
Tipe Kepribadian Phlegmatis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan phlegma. Dimana orang yang phlegmatis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.
Tipe Kepribadian Sanguinis
Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan sanguis. Dimana orang yang sanguinis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul, lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.
Dikarenakan pembahasan yang terlalu banyak, maka untuk mengetahui penjabaran lebih lengkap dari berbagai sifat temperamen diatas, silahkan download ebook gratis mengenai sifat-sifat kepribadian Hippocrates-Galenus klik link dibawah ini:
# Ebook Tipe Kepribadian Hippocrates dan Galenus #


intinya jika mempercayai sepenuhnya  tepat juga apa yang pernah saya dengar dari seorang kawan
percaya ini(tipe kepribadian ) = syirik!!


he he ^^

Minggu, 16 Januari 2011

Resources for more ideas for literacy (just enrichment, usefull (hopefull...)

Lifestyle Literacy Learning

Helping your child learn to read and write doesn’t have to take a lot of extra time or money. Here are
some easy ways to build literacy skills, at home, in the sun, or on the run.
At home
• Make sure your child sees you reading and writing as you go through your day. Talk about what
you read and write so your child can hear. Say: “I need to write Dad a note about our picnic
tomorrow.” “I wonder what kind of nuts this recipe says to use. Let’s see, w-a-l-n-u-t spells
wwwwaaaaalllllnnnnuuuuttttt. Can you get the walnuts from the refrigerator?”
• Encourage your child to spell and write her name. At first, she may use just a few letters for her
name; for example, Jenny might use the letters JNY. (Letter/sound recognition)
• Place alphabet magnets on your refrigerator or on another smooth, safe metal surface. When you
are working in the kitchen, ask your child to name the letters she plays with and see if she can find
all the letters that are alike. Talk about the sounds they make (Letter/sound recognition)
• Point to objects and say their names, for example, sink. Then ask your child to say as many words
as he can that rhyme with the name. Other good easily rhymed words are ball, bread, rug, and
clock. Let him use some silly or nonsense, words as well: ball—tall, call, small, dall, jall, nall.
(Phonological awareness)
In the sun
• Lie on the ground and describe the shapes of the clouds.
(Oral language & vocabulary skills)
• Take a nature walk. When you get home, ask your child to write all the things you saw or collected.
Young writers can draw the objects and adults can label the drawings with the “book”
spelling of the words. “Collect” these words in a writer’s journal. (Vocabulary)
• Play the “Silent Walking Game” when you’re walking in the park, woods or neighborhood. Walk
quietly for a few minutes, or until your child just can’t stay silent any longer. Then have each
family member recall the sounds they heard during the walk. Repeat as long as you are having
fun. (Phonological awareness)
• At the beach or in the garden, draw shapes in the sand or soil. Can your child match the shape?
Try making them “giant-sized” by walking the shapes or letters. Pretend you are writing messages
to airplanes that might pass by. (Phonics)
On the run
• Point out printed words when you are out and about. Point out individual letters in signs, billboards,
posters, food containers, books and magazines. (Phonics; print awareness)
• Keep in your purse or car a stack of pictures you’ve cut out of magazines or newspapers. Ask your
child to tell you a story about the picture or describe all the things s/he sees in the picture. (Comprehension;
vocabulary)
• Listen for rhymes in songs that you know or hear on the radio, speaker systems or at family
gatherings. Sing the songs with your child. (Phonological awareness)
• Help your child to make up and say silly sentences with lots of words that start with the same
sound, such as, “Tom took ten toy trucks to town.” (Phonological Awareness)
Parent Introducation—Grade Pre-K 6



PILOT
FOR SUMMER LEARNING
Resources for more ideas

Sabtu, 15 Januari 2011

etika menasihati ...

sesuai dengan Qs Al- Ashr ayat 3 bahwa nasehat itu murni dari hati dan tidak ada kepentingan untuk menjatuhkan orang lain. Sedangkan para ulama  mendefinisikan nasehat adalah menjelaskan sejumlah hal yang menginginkan kebaikan orang lain yang bermanfaat
 Imam abu Abdullah -Muhammad Bin Nasr Al mawary menjelaskan nasehat adalah kepedulian hati kepada orang yang di beri nasehat  siapapun orangnya.

Di dalam islam nasehat itu adalah agamanya karena Rasulullah bersabda " Agama itu nasehat"

Islam begitu indah memberi cara dan kemudahan dalam segala hal  termasuk dalam memberi nasehat.
yang perlu diperhatikan adalah :
1. qoulan syadida : kata  yang disampaikan yang baik
2. bil hikmah : pesan ruh yang sampai ke hati pendengarnya,
3. Mau'izatul khasanah : disampaikan dengan isi yang pas, cara yang benar dan waktu yang tepat.


Rabu, 12 Januari 2011

nano - nano display (mini snack yang serius )


"2 hari lagi Hari pertama masuk kesekolah"
Dag – dig – dug
“Kenapa? “Tanyaku kepada seorang teman  
“Itulah rasanya, hm………..” sambil lalu sambil menyiapkan pernak pernik kelas. Bagaimana  tidak 2 hari lagi kelas yang kosong moplong harus disulap menjadi kelas yang WOW!.
Semua ide dikerahkan untuk menciptakan kelas yang hidup. Dimulai dari baca petunjuk resmi bagaimana menyiapkan display kelas yang pas buat anak – anak dikelasnya. Bentuk huruf yang ramah anak, warna yang mencolok, gambar yang menarik dan sesuai tema.
Di kelas yang paling besar semua guru berkumpul. Mereka datang dengan membawa palstik,kertas, lem gunting dan yang lainnya. Tanpa pikir panjang dia ambil kertas warna hijau dan cokelat. Tanpa dicoret langsung dia ambil gunting “crek—crek –crek” bunyi guntingnya. “Bikin apa Bu? “ tanya temennya. “Bikin apa aja dech Bu….yang penting pas dan hari ini jadi “Dia jawab sekedarnya.
Satu jam kemudian jadilah pohon yang siap dipasang.
Dia tersenyum satu display sudah jadi tinggal jenis display yang lain yang belum ada di kelasnya.
Bergegas  guru ini mengambil kertas tebal yang lebih besar. Pikirannya membayangkan bikin display yang sekali menyelam dua tiga pulau terlampaui. Dia tak rumit – rumit syaratnya :
1.Mudah difahami anak
2.Warna menarik
3. Sesuai dengan tema sehingga sekalian untuk media belajar
Ya Cuma 3 hal itu yang guru pegang selain pegangan khusus (standar display yang sudah diberikan sebagai patokan utama)
Melihat temannya begitu sibuk guru yang lain yang ada disebelahnya ikut bantu gunting dan menempel. Dia begitu senang dibantu karena display itu harus ditempel sebelum anak2 masuk sehingga saat anak- anak masuk mereka  bisa lihat perubahan wajah kelasnya. Sehingga membuat mereka serasa memasuki suasana baru.
Display yang nge- WOW  gitu…..^^

Setelah bikin display dan memasang mereka berdiskusi soal display
“Display itu mudah tapi butuh waktu, ide, dan kreativitas untuk membuatnya”
Klo mudah waktunya sebentar jadinya kurang optimal meskipun kelihatannya cuman gunting – gunting cuman laminating, cumin ngelem. Yach laminating klo nggak hati – hati juga kebakar so butuh kesabaran untuk hasil maksimal. Intinya butuh waktu…..
Butuh apa lagi?
Butuh ide !
Yup ….kadang kami bertukar ide bukan dengan kata2 cukup melihar hasil karya mereka setelah salah satu teman membuat kemudian minta izin untuk meniru dan mengkombinasi. Nah jadi deh ….
Ada lagi caranya searching di internet
Web- web yang dijelajahi cukup beragam jadi bisa dipelajari dengan membuka website untuk memperkaya imajinasi
Ada lagi caranya : baca buku !
Banyak buku – buku yang menyajikan display di kelas atau display untuk media belajar. Walaupun pengarang dari luar dan berbahasa Inggris tapi mereka (guru) cukup cerdas menangkap maksud yang disampaikan.
Yang ini nggak kalah penting : bahan dan alat
Nggak ada point ini ya nggak jadi displaynya…he he
Terakhir : Mood yang bagus
Kalo lagi sedih atau hati lagi kena masalah yang berat dijamin males bikin display so tetep harus mengkondisikan diri untuk selalu happy. Bagaimana caranya masukan yang positif itu mutlak diperlukan!
Misalnya nich sudah buat display eh dibilang “Displaynya kok gitu, kok bla….bla….bla…. “, jangan begini….jangan begitu….” Waduch bisa berabe yang bikin. Mending yang bikin orang cuek. Kalo yang bikin orang sensitive wah bisa – bisa nggak mau bikin lagi dech….
Intinya  jika mengkritik itu beri solusi sYukur2 membantu membuatnya supaya semakin pas
Pas hasilnya pas tenaganya (nggak over ) pas waktunya ^^
Betul nggaknya tulisan ini hanya nano nano saja ada manis asem  dan asin

(nano – nano display….)



Jumat, 31 Desember 2010

Nasihat Rasulullah untuk putrinya Fatimah*


ts12.jpegengkau pasti ingin bahagia juga......*
Rasululllah bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik – baik perhiasan adalah perempuan salehah. Dan perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang perempuan pada hari perhitungan kelak adalah shalat lima waktu dan ketaatan kepada suaminya.” (HR Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)
Seperti apakah perempuan salehah itu ? Suatu hari Rasulullah  memberi nasihat kepada putrinya, Fatimah, mengenai tanda – tanda istri salehah. Nasihat ini merupakan mutiara termahal sehingga selayaknya dilakukan setiap istri salehah. Nasihatnya antara lain sebagai berikut :
Ya Fatimah, kepada wanita yang berkeringat  ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak – anaknya, niscaya Allah menjadikan baginya tujuuh tabir yang menjauhkan dari neraka. Ya Fatimah, kepada wanita yang membuat roti bagi suami dan anak – anaknya, Allah menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum dan Allah melebur kejelekannya serta mengangkat derajatnya.”
Ya Fatimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak – anaknya lalu menyisir dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya, seperti pahala memberi  makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang. Ya Fatimah, tiadalah waniata yang meminyaki rambut kepala suami dan menyisirnya, meminyaki  jenggot dan memotong kumisnya, serta  memotong kukunya, melainkan Allah memberikan minuman arak yang lezat kepadanya   yang didatangkan dari sungai – sungai surga. Allah mempermudah sakaratul maut baginya serta kuburnya menjadi bagian dari taman surge  dan Allah membebaskan baginya siksa neraka serta dapat melintasi  shiratal mustaqim dengan selamat.”
Ya Fatimah , apabila wanita mengandung malaikat memohonkan ampunan baginya dan Allah menetapkan  baginya setiap hari  seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, maka  Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala mujahid di jalan Allah.Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa – dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Di  dalam kubur , ia akan mendapat pertamanan indah   yang merupakan bagian dari taman surga dan Allah memberikan pahala  kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umroh serta seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.”
“Ya Fatimah, tiadalah wanita yang melayani suaminya selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa – dosanya serta memakaikan pakaian kepadanya pada hari kiamat dengan pakaian serba hijau  dan menetapkan baginya setiap rambut  pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus  kali beribadah haji dan umroh.”
Ya Fatimah tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangkan dengan pandangan penuh kasih.Ya Fatimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati melainkan para malaikan memanggil dari langit dan menyeru kepada wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya  dan Allah mengampuni dosa – dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”
“ Ya Fatimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan adalah keridaan suami terhadap istri. Andaikan suamimu tidak rida kepadamu, akupun tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah, wahai Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.Ya Fatimah tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melaikan Allah akan menahannya  dari minum air telaga  Kautsar pada hari kiamat kelak.”
***
*tulisan Muhammad Shoelhi yang dipublikasikan ditabloid Republika ( Jumat, 5 November 2010)
ts.jpegSubhaannallah indahnya…
Saya terharu saat membaca tulisan ini. Karena isinya begitu bagus akhirnya saya berinisiatif untuk mengetik ulang supaya sahabat semua bisa membaca juga. Yang  saya bayangkan saat membaca adalah wajah ibu saya yang Alhamdulillah tidak pernah saya mendengar keluhan sakit, lelah, capek dari pekerjaan yang beliau lakukan. Walaupun pekerjaan sangat banyak, tetapi semangat sekali menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan.  Semuanya beliau lakukan dengan sepenuh hati. Meski beliau tidak mempelajari bagaimana ilmu  cara menjadi istri yang salihah secara detail tapi beliau sudah melaksanakan fungsi ibu yang begitu baik sekali. Semoga Allah menjadikan beliau wanita salehah penghuni surga. Amiin
Saya ingat dengan perkataan seorang kawan di Jogja dalam pembicaraan kami via chatting FB dia berkata “ Allah itu membayar kontan” . Maha Pemberi, Maha Pengasih, Maha Kaya. Dengan seretetan tugas seorang wanita yang sudah berkeluarga ternyata Allah menyiapkan kado yang sangat banyak (surga). Semoga kita semua bisa  menjadi wanita yang solehah.Insyaallah bisa….. (tetap positif thingking) amiin
Salam rindu dan penuh cinta untuk Ibu  dan Bapak di Ngawi…..^^

What does it take to become a reader?


Phonological awareness
Phonological awareness is the understanding that language we speak and hear is composed of units of sound called phonemes. These sounds may be a single syllable sound as in the word “full.” Or they may be a single syllable sound in words with many syllables, like the words /ham/-/mer or /but/-/ter/-/cup. Phonemic awareness, a part of phonological awareness, is the understanding that these syllables are made up of even smaller sounds or phonemes. For example the word “pie” has two sounds; the word “stop” has four sounds.

Why does my child need this skill?
Children need to be able to hear the separate sounds that make up words before they try to read or write them. In fact, there are three kinds of phonological and phonemic awareness:

Rhyming— Children need to hear and make rhymes so they can make new words from words
they already know. For example: If a child knows the word “fun,” then s/he can make the word
“run.”

Blending— Phoneme blending helps children connect sounds in words.

Segmentation—Segmentation helps children learn to separate sentences into words and words
into sounds. This will help a child to write the words s/he hears.

Phonics
Although related to phonological awareness, phonics is different. Phonics activities can help a child connect the sounds s/he hears to the printed words s/he sees. These activities include recognizing letters and the sounds they make; hearing and writing down the sounds buried within words; and developing strategies to “decode” unfamiliar words.


Why does my child need this skill?
Children need to be taught the sounds individual printed letters and groups of letters make. Knowing the relationships between letters and sounds helps children to recognize familiar words accurately and automatically, and “decode” new words.


Comprehension
Comprehension strategies help children understand, remember and communicate what they read. They also help children to link what they are reading to what they already know.


Why does my child need this skill?
To become independent readers and thinkers, children need lots of practice at predicting what is
coming next, and then checking to see if s/he was right. They need to think about ideas and
information, ask questions, and solve problems. Children need to know the steps good readers use to make sure they understand text. Students who are in control of their own reading comprehension become more purposeful, active readers.
Fluency
Reading fluency is the ability to read text accurately and quickly. Several skills help children read fluently: paying attention to punctuation, grouping words into meaningful chunks, and using expression. Fluency also requires children to use strategies to figure out unfamiliar words and to know a lot of sight words that can’t be “sounded out.”


Why does my child need this skill?
Children who read words smoothly and accurately are more likely to enjoy reading and to understand what they read. When fluent readers read silently, they recognize words automatically. When fluent readers read aloud, they read effortlessly and with expression. Readers who are weak in fluency read slowly, word by word, focusing on decoding words instead of understanding the meaning of what they read.


Vocabulary
Vocabulary development is learning to use and understand many words, and to use them correctly in sentences.

Why does my child need this skill?
Children will read and write better when they actively build and expand their knowledge of
written and spoken words, what they mean and how they are used.



Sources
“Reading Tips for Parents,” U.S. Department of Education, June 2002. To request a copy, call 877- 4ED-PUBS; or go to www.ed.gov/pubs/edpubs.html.
“Family FUNdamentals for Literacy,” Michigan Department of Education, Wayne RESA, Partnership For Learning, 2003. www.michigan.gov/mde

let's be teacher inspire 
share about your experience!!