Karena Hidup ini Sebentar jadi harus bermanfaat
Karena Surga itu indah jadi isi hari dengan kebaikan
Karena Hukum Allah itu Adil maka berhati - hati itu penting
Karena Alam begitu jujur maka akan berkah dengan kejujuran
BAHAGIAKAN HATI MU SEKARANG JUGA !!!
membuka dan mengenang catatan awal melangkahkan kaki ke sekolah alam
By : Eka Safitri
Rabu, 1 April 2009
Hari masih sangat pagi, bahkan matahari masih belum menampakkan sinarnya. Pukul 05.30 WIB, saya keluar dari kos. Hari ini pergi ke Parung, Bogor. Tidak ada bayangan sama sekali dimanakah tempat yang bernama SoU itu? Bismillah bermodalkan keterangan dengan Bapak Ferous saat tes wawancara kemarin dan sms dari Bu Ayu tanggal 31 Maret 2009 “Alamat SoU di Jl. Raya Parung Km 314 Desa Lebak Wangi.dari pasar parung naik angkot 06 warna biru/hijau yang kearah Bogor turun di SoU. Posisi sekolah berada di pinggir jalan”.
Satu jam menuju lebak bulus, tidak tahu naik apa. Alkhamdulillah ada mobil yang bertuliskan Lebak Bulus – Parung. Tanpa pikir 2 kali bismillah naik saja. 1 jam perjalanan sampai di Parung ada mobil hijau jurusan Bogor saat bertanya kepada Bapak sopir, ternyata beliau juga tidak tahu SoU. Rasanya semakin was – was benar tidak mobil ini yang saya tumpangi. Sambil memastikan tempat, pandanganku menoleh kanan dan kiri jalan. Lambang 3 bintang warna kuning dengan tulisan School Of Universe sudah saya lihat, saya meminta Bapak sopir berhenti. Ini SoU? Iya ternyata benar. Hari ini Microteaching pertama. Perkiraan awal mengajar anak langsung dan sendiri. Eh meleset jauh dari dugaan ternyata berkelompok dan mengajar orang dewasa (tim). Lumayan kaku, karena harus menyatukan 3 kepala untuk menciptakan pembelajaran kondusif, kelompok saya dengan 2 Bapak – bapak ( saya lupa namanya). Dalam waktu kurang lebih satu jam kami menyusun lesson plan. Waktu itu saya sudah lengkap semua baik media, lesson plan, sampai evaluasi. Saat menggabungkan ide saya menawarkan materi warna dan my body. Yang disepakati warna. Bapak yang satu lebih banyak tentang warna dari segi matematika, yang satu lagi lebih ke englishnya. Kolaborasi kami cukup bagus karena kami sempat menyusun lagu tentang warna dalam bahasa inggris. Setelah dirasa semua sudah fixs, kami mengatur strategi KBM hari ini. Kami sepakat untuk membuat kelas ini hidup, kami akan saling melengkapi. Yah, kesepakatan sudah jadi giliran kami untuk unjuk kelompok. Pembelajaran kami awali dengan bernyanyi dan tanya jawab. Oops! Ada yang terlupakan. Saya lupa menyampaikan Bapak sekelompokku yang membawa makanan, bahwa saat pembelajaran jangan memberikan reward bintang apalagi makanan. Bapak tersebut memberi beng – beng kepada pak Syafir karena bisa menjawab pertanyaan. Dalam hatiku berkata ini bisa eror kok jadi begini tadi tidak ada kesepakatan seperti ini. Ya sudahlah sudah terjadi mau apalagi.
Selesai mengajar kami dievaluasi ternyata benar pemberian reward tadi salah sekali.untuk materi pembuka jika di terapkan pada anak usia SD kata Bu Septri terlalu rendah.
Microteaching ke dua (lupa tanggal berapa )
Nah ini mikroteaching beneran tidak berkelompok orisinal gaya kita. Deg – degan tetap sama saya rasakan. Kali ini audiensnya hanya satu Bu Septri saya mengangkat tema warna lagi tapi ini lebih kepada percobaan sains. Misalnya warna kuning dan warna biru bila dicampur menjadi warna apa?. Anak – anak mencoba sendiri saya sebagi praktikan hanya membawa 3 warna dasar. Setting pembelajaran saya hari ini anak yang mencoba sendiri guru hanya mendampingi.
Evaluasi dari Bu Septri : lebih diarahkan untuk membuat buku warna, dan alangkah lebih baiknya jika diawal sebelum menjelaskan warna anak menyebutkan warna yang sudah diketahui baru kemudian dikerucutkan dicari bahwa ada 3 warna dasar yaitu merah, kuning, dan biru.
Senin, 18 Mei 2009
1.Observasi Kelas SD -1 SoU
Bismillah, sebelum masuk merasa nervous, maklum fist time here bertemu anak – anak langsung dalam proses KBM aktif. Seperti biasanya ketika melaksanakan observasi disekolah hal yang saya lakukan adalah merencanakan :
* melihat proses pembelajaran dengan fokus bagaimana siswa bisa tertarik dengan proses KBM hari ini menjadi sesuatu yang paling saya tunggu. Semua aspek yang ingin saya ketahui adalah media yang digunakan, cara belajar, cara guru mengajar, rutinitas membuka dan menutup kelas/pelajaran. Dan yang tidak kalah penting bagaimana guru mengatasi masalah unik yang muncul di kelas.
* mengamati sikap anak secara menyeluruh yang normal ataupun yang ABK
* rules dan konsekuensi yang berlaku di kelas dilihat dari konsisten tidaknya aturan dan konsekuensi itu berlaku
* jadwal pelajaran ini terkait dengan pengaturan waktu dalam proses KBM
* isi pocket anak
* ada rencana ingin melihat buku penghubung anak
* setting kelas
* display kelas
* sumber, bahan, alat, media yang harus ada dikelas.
Kebetulan hari ini anak – anak masuk pertama kali setelah liburan raport narasi kurang lebih ada sekitar 1 minggu-an, jadi yang terlihat di pagi hari ini banyak sekali plastik kresek berwarna putih dan satu diantaranya berwarna hitam di depan tangga depan ICT. Tidak perlu mengintip dari jarak 2 meter sudah terlihat isinya barang – barang bekas yang dibawa anak dari rumah. Yang menjadi keunikan adalah (menurut saya) kekonsistenan dalam membawa barang – barang bekas dari rumah setiap hari Senin. Saya bersama guru SA Bintaro yang lain awalnya sedikit atau banyak ( tergantung personal) merasa kaku mungkin karena pertama. Hal itu tidak masalah Alkhamdulillah Bu Yusri menemani kami sampai masuk kelas. Keunikan di TK sangat ramah sekali anak – anaknya cukup dengan mengucapkan salam kemudian “may I come in?” mereka sudah berusaha ingin tahu siapa tamu yang datang. Saya bersama pak Abdullah dapat kelas SD. Bersama Bpk Amar Wali kelas 1. Setelah meletakkan sepatu di depan pintu office, kami bertemu dengan Bpk Amar..tanpa masuk kelas terlebih dahulu Bu Yusri menjelaskan perihal kedatangan kami di SD-1. Saya melihat setelah masuk kelas anak – anak sangat senang dengan kedatangan kami. Kami masuk kelas ketika anak sedang snack time. Di sela – sela mereka makan, menyempatkan bertanya kepadaku “ibu namanya siapa?” dan lain –lain tentang saya. Kesan positif saya tangkap disini anak – anak disini terpola dengan intrapersonal yang bagus. Di kelas ini saya melihat perbedaan di beberapa anak dalam catatan kecil saya hari ini ada 3 anak SN. Setelah saya cek kepada guru kelasnya Bu Yuli dan Pak Amar ternyata benar ada anak SN di kelas ini. ADHD, anak dengan kesulitan untuk konsentrasi dalam waktu yang lama dan kesulitan dalam hal berkomunikasi (enggan untuk menyampaikan apa yang dia mau). Proses pembelajarannya sudah inklusif. Dimulai dengan duduk didepan Pak Amar yang menulis di white board dengan menjelaskan aturan main mau melakukan apa anak – anak ke Echoshop. Hari ini anak mengerjakan worksheet dari Pak Amar yaitu menggambar dan menulis makanan yang cepat basi dan yang menggunakan bahan pengawet. Yang SN mengerjakan semampu dia meski tetap sambil berjalan, gambar yang belum nampak bentuknya (dalam pandangan kita). Kegiatan ini berlangsung sekitar 30 menit dari pukul 10.40 Waktu SD1 Parung. Ada intruksi menarik tentang budaya antri. Di kelas ini rapi anak – anaknya dalam membuat barisan untuk sekedar mengantri pensil, worksheet dan penghapus. Tak terasa sudah siang kegiatan dilanjutkan lunch, sholat, melanjutkan lagi kegiatan dengan menebak masakan asli indonesia.
Isi dari pick pocket adalah buku komunikasi, buku Qiroaty, harga barang di echoshop, baju ganti, dan buku komunikasi agenda yang sudah dilist khusus untuk SN
Di kelas ada : papan thema, papan yang berisi jadwal piket anak, pajangan hasil kreasi anak yang terpasang di dinding,whiteboard kecil, rak untuk anak, mini library, portofolio, crayon 1 paket, pensil warna 1 paket, pencil setiap anak satu, gunting setiap anak satu, penghapus setiap anak satu, almari guru, meja kotak untuk anak, daftar antar jemput anak, almari untuk guru dan pajangan building yang dipake pameran kemarin. Hari ini bingung tentang pembatasan waktu.
Buku penghubung kebanyakan berisi tentang surat pemberitahuan sekolah juga sebaliknya konfirmasi jawaban/keterangan dari orang tua.untuk SN ada catatan yang lengkap dengan aktivitas apa yang harus dilakukan dirumah dan laporan mingguan.
Setting kelas masih menyesuaikan karena baru masuk pertama setelah liburan.
Sepertinya rencana yang sudah saya susun belum semua saya dapatkan 1 hari ini.
2.Open Mind Konsep
Bersama Bpk Hendi intinya mengarah pada in- situ development sebagai bahan dasar pembuatan sekolah alam. Maksudnya adalah sekolah alam menyesuaikan lokasi dimana sekolah itu berdiri menyesuaikan dengan potensi daerah setempat di pantai : sekolah alam yang memberdayakan kekayaan pantai dan laut. Jika di Jepara harus mengembangkan ukiran kayu. Konsep sekolah alam adalah mengembalikan fungsi pendidikan pada konsep sebenarnya ( seperti yang dicontohkan Rasulullah) yaitu :
*Manusia sebagai kholifatul fil Ardhi : yaitu bagaimana manusia mengetahui bagaimana cara menyembah penciptanya, bagaimana manusia mengetahui cara mengelola alam semesta dan manusia mengetahui bagaimana cara memimpin yang benar.
*Manusia yang bertaqwa
*Manusia yang rahmatan lil alamin
Ada yang cukup berkesan pada materi ini. Kesan pertama terkesan menegangkan. Saya seperti membayangkan kuliah dengan dosen yang sungguh – sungguh serius akan menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting. Dan memang ini sangat penting. Saat menuntut ilmu kita harus konsentrasi full 100% dan melupakan sejenak urusan kita di luar sana. Satu hal yang harus di resapi bahwa untuk bergabung dengan sekolah alam perlu menyamakan visi dan misi. Ada niat, ada usaha untuk melakukannya dan bertawakal kepada Allah.
Selasa, 19 Mei 2009
1.Observasi kelas
Mulai dari pagi observasi kelas SD – 1 jadi benar - benar tahu kegiatan anak – anak Alkhamdulillah observasi SD hari ini dimulai dari pagi, meski belum ada kejelasan pembagian kelas paling tidak ada gambaran bagaimana kegiatan belajar mengajar di sekolah alam dari pagi sampai sore. Sesekali pandanganku selalu mengarah pada jam dinding. Saya melihat perkiraan waktu yang digunakan pada setiap kegiatan siswa.
Berikut agenda anak – anak SD hari ini yang saya dapatkan :
Pukul 08.00 – 09.00 WIB
Praying Dhuha dilanjutkan Qiroaty di mushola SoU
Free play, anak SN belajar membaca bersama shadownya.
Pukul 09.10 – 09.20 WIB
Anak – anak mempunyai waktu untuk merapikan kelasnya sebelum membuka kelas. Ada beberapa nama anak yang piket hari ini ( hom- pim – pa) menentukan siapa yang akan membuka kelas hari ini. Posisi anak – anak duduk bergerombal jadi satu di depan guru dekat papan tulis mini, Sang pengajar mengabsen kelas bertanya kepada anak – anak siapa yang tidak hadir hari ini. Ternyata semua masuk, karena anak – anak mempunyai tugas merawat puring yang mereka tanam dan sudah lama ditinggalkan ( karena libur). Kali ini anak – anak menyiram tanaman mereka yang ada di belakang
Pukul 09.20 – 10 20 WIB
Snack morning, dilanjutkan dengan free play, anak SN sudah terlihat mandiri sehingga shadow tidak selalu mengikuti kemana SN pergi mereka dibebaskan bergerak.
Pukul 10.30 – 12.00 WIB
Seperti bermain tapi sebenarnya belajar. Anak – anak di ajak untuk membuat grafik dan diagram batang serta diagram lingkaran dari hasil mendata makanan olahan dan bukan olahan dari echoshop kemarin. Setelah selesai mengerjakan mereka diberi kebasan untuk menggambar di lembar kerja mereka. Apabila sudah selesai dan sudah dirapikan segera ke masjid untuk sholat dhuhur.
Pukul 13.20 WIB
Anak masuk kelas kembali untuk menutup kelas. Sebagai catatan hari ini guru membersihkan kelas, kelas masih ada kotoran KBM tetap berjalan.
2.Materi dengan Bapak Ferous tentang the character
The character disini fokusnya pada materi akhlaq. Terutama akhlaq seorang guru sekolah alam sebaiknya bagaimana, lalu bagaimana cara mengajarnya?
Materi kali ini dimulai dengan pre test pembelajaran akhlaq. Meliputi : persepsi pengajaran, pendidikan dan akhlaq, waktu yang paling baik untuk mengajari akhlaq, cakupan akhlaq apa saja, assesment pembelajaran akhlaq meliputi apa saja.
Detailnya kurang ingat, intinya pembelajaran akhlaq adalah pada keteladan, dimulai sedini mungkin. Pembentukan karakater dimulai dari pembiasaan dan penyadaran dengan media alam semesta. Alquran dan As sunnah ( hadist dan siroh )sebagai sumber utama dalam pembelajaran akhlaq. Assesment pembelajaran akhlaq bisa dengan tertulis, proses pembelajaran dan saat terpetakannya masalah anak di KBM lengkap dengan penyelesaiannya.
Rabu, 20 Mei 2009
1. Green Lab “Open Mind”
“Sipp!”, ungkapku dalam hati. Hari ini lebih banyak kenalan dengan kawan sesama makhluk hidup terutama tumbuhan. “Subhanallah” banyak macamnya. Saya semakin penasaran karena sudah menunggu cukup lama. Sebenarnya tidak apa – apa karena bisa berkenalan dengan teman – teman guru sekolah sahabat alam dan guru dari sekolah kreativa. Pukul 08.00 eh salah lebih agak molor sekitar 30 menitan.
Bapak Gigih sebagai guru kami untuk materi green lab mengajak kami dan memberitahukan aktivitas yang akan kami lakukan hari ini tempatnya di belakang . Langsung saja intinya kami touring, jalan – jalan berkeliling kebun SoU. Tidak banyak energi seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Hari ini cukup mengenali jenis tanaman, harus ada apa saja di green lab, alat penunjangnya seperti apa yang harus disediakan dan apa saja yang bisa di kembangkan dari green – lab untuk pembelajaran, research, bahkan bisnis.
Semua sudah berkumpul di depan ICT perjalanan awal ditunjukkan dengan beraneka tanaman sebelah office. Saya hanya melewati sambil melihat tanaman jeruk, jambu, mangga(mangifera indika), belinjo(gnetum gnemon), nangka, rambutan, manggis, pete cina, dan aneka bunga. Sebelah danau terdapat tamanan tomat, terung, kacang tanah, pepaya,dan bekas tempat semaian (benar atau salah ya) yang berada diatas ada plastik polibek yang sudah tumbuh sedikit rumput liar. Dibawah pohon nangka yang rimbun ada rumah kecil sederhana kira-kira ukuran kecil berdindingkan bambu, yup! Ada tulisan green lab. Di sini kami berkenalan menyebutkan nama dan asal sekolah dimulai dari Bapak Gigih.
Aktivitas terus berlanjut perjalanan berikutnya kami di tunjukkan tanaman cabai, jagung, kacang tanah, tempat semaian, kandang kelinci tapi sedang tidak ada kelinci dan rumah jamur. Sambil berjalan kami tetap berbincang seputar jenis tanaman yang kami lihat ada juga yang membahas seputar hobinya tapi masih seputar green lab. Kami juga di tunjukkan gudang green lab isinya cairan pembuat pupuk kompos, gembor (bhs.jawa=buat menyiram tanaman), tong – tong sebagai tempat penyimpanan pupuk baik yang sudah jadi maupun yang akan jadi, cairan EM4, gula, dedak, beberapa contoh, pestisida organik,klasifikasi tanaman, piring plastik, kantong plastik, polibek besar dan kecil, cangkul, sekup, kotoran hewan juga ada, kompos cair , alat pembuat kompos daun, tempat pembuatan kompos daun manual dengan cara penimbunan.dan masih banyak lagi.
Di pojok SoU terdapat kolam lele wallahu’alam apakah masih ada lelenya atau tidak. Dari perjalanan tadi sudah diperkenalkan tanaman, Pohon,gudang. Berikutnya ke lokasi tanaman hias. Di sini banyak melihat beberapa tanaman hias,tanaman herbal, dan tanaman keras. Selesai touring yang berasal dari SOU dan SA. Bintaro masih ada interview dengan Pak Gigih dimushola. Yang dipertanyakan adalah pengalaman pahit yang pernah dialami. Intinya beliau membolehkan bercerita tentang pengalaman pahit kepada anak – anak sebagai proses pembelajaran dan berbagi pengalaman. Beliau juga menawarkan magang di sukabumi dan diminta mengolah lahan selama 6 bulan. Interview ini lebih kepada pengecekan kecenderungan dari guru – guru magang ke art, green lab, sains, tehnologi atau out bond.
Untuk pertemuan kedepan setiap green lab disarankan untuk membawa baju ganti, sepatu boat dan kaos tangan.Sebenarnya ini cukup menantang tapi ada yang ambigu disini ( maaf ya ) antara mengetest dan benar- benar untuk disarankan magang. Hari ini seru!. Terimakasih Allah.
2. Observasi kelas
Masuk ke kelas SD -1 sudah pukul 11.00 WIB. Anak – anak sedang asyik bercerita tentang apa yang mereka temui di echoshop hari Senin kemarin. Setelah saya tanyakan kepada guru kelas ternyata hari ini ada pelajaran bahasa. Setelah cerita kegiatan mereka lunch setelah rapi seperti hari sebelumya mereka langsung lunch. Sekitar pukul 13 .00 (lebih) anak – anak masuk kelas. Ada juga yang masih bermain diluar. Baru sekitar 10 menit kemudian anak – anak duduk di depan papan tulis menebak makanan olahan yang asli indonesia. Terakhir aktivitas hari ini adalah tutup kelas yang dipimpin oleh anak – anak yang piket hari ini.
3. Pelatihan “the guru “ bersama Ibu Septriana
Di sini Ibu Septri menjelaskan bahwa tugas guru itu “luar biasa”. Maka kualitas guru menjadi faktor pendukung utama. Standar guru bagi sekolah alam dianggap berkualitas apabila memenuhi tiga syarat yaitu :
1.Berasal dari perguruan tinggi terbaik
2.Menguasai bahasa ibu dan sayang kepada anak – anak
3.Memahami al quran dan hadist.
Sebaiknya guru juga bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia mempunyai akidah yang lurus, akhlaq yang mulia, mencintai lingkungan, mampu berbisnis,berjiwa kepemimpinan, dan mempunyai logika yang benar.
Dalam materi ini juga dijelaskan mengapa guru harus menjadi teladan? Karena guru sebagai ikhlas worker,guru sangat berhak untuk menjadi dirinya sendiri. Di SOU guru adalah seorang pendidik, manager, entertainer, sahabat, orang tua, enterpreuner.
Penanaman konsep berlian dan menghapus konsep teko dan cangkir. Artinya siswa adalah berlian dan guru juga harus belajar dari siswa.
Kamis, 21 Mei 2009
OTFA TK B (Out Tracking Fun Adventure )
OTFA TK dimulai pukul 12.00 WIB diawali dengan pengkondisian sholat dhuhur. Meski pada saat awal ada anak yang sulit banget dikondisikan segera sholat dhuhur karena asyik bermain tapi akhirnya terselesaikan juga.setelah sholat dhuhur diadakan pengecekan barang dan melabelisasi kepemilikan barang sesuai dengan naman pemiliknya. Baju ganti, perlengkapan mandi, obat pribadi, sleeping bag, jas hujan, senter, snack dll. Sambil mengecek barang anak – anak boleh makan snacknya (asalkan barang – barang sudah lengkap dan sudah dipastikan rapi ).
OTFA TK akan segera dimulai hal yang penting sebelum beraktivitas bersama anak – anak adalah membuat kesepakatan bersama selama menjalani kegiatan OTFA. Memang ini melatih kemandirian dan kedewasaan anak. Sejak dini anak – anak diajak untuk membuat kesepakatan sendiri. Kesepakatan yang sudah dibuat antara lain : harus ijin, berbicara yang baik, tidur di tenda, dll. Konsekuensipun mereka buat juga konsekuensi pertama yang digunakan adalah konsekuensi kelas ( istighfar), dan apabila sudah tiga kali melakukan kesalahan yang sama (tetap diingatkan tetapi tidak berubah) maka tidak ikut camp.
Perlengkapan camp berupa tenda 2 tenda kecil dan 1 tenda besar, air minum, pagar sederhana yang terbuat dari tali rafia dan sudah digantungi kertas lipat bertuliskan angka satu dan angka dua, semacam spanduk sederhana bertuliskan “welcome to kindergarten island” yang berbahan dasar dari barang bekas. Plastik hitam besar sebagai backgroundnya, tulisan dari kertas lipat berwarna dan kertas emas, dan hiasan yang sudah di laminating. Persiapan perlengkapan yang lain menyusul beberapa menit kemudian setelah anak memasuki camp.
Kesepakatan bersama anak sudah dibuat sekarang saatnya anak – anak membawa barang bawaan mereka untuk dimasukkan ke dalam tenda. Perlu digaris bawahi sambil melatih kemandirian anak mereka membawa sendiri tas- tas mereka. Walaupun banyak yang harus dibawa dan tidak ringan isi tas yang mereka bawa, tetapi guru tetap membantu dan mendampingi perjalanan anak.
Kenapa kindergarten island? Karena untuk memasuki wilayah ini harus menyebrang jembatan mini yang terbuat dari bambu. Sudah menjadi kesepakatan bahwa jembatan ini menjadi jalan utama masuk ke pulau ini. Memang ada anak yang merasa takut. Yang menarik hal ini justru menjadi terapi untuk mengatasi ketakutan anak, dengan memberi motivasi dan bantuan tertentu (SN) akhirnya semua bisa melewati. Acara penting pasti tidak akan melewatkan hal hal kecil yang penting juga. Salah satunya pembukaan. Sederhana tapi berkesan menurut saya. Pak Amar membuka acara OTFA TK B diikuti pembagian kelompok berdasarkan nomer yang mereka ambil di pagar rafia sebagai pembatas pulau camp ini. Kelompok satu adalah mereka yang mendapatkan angka satu. Kelompok dua adalah mereka yang mendapatkan angka dua.
Games pertama, bagaimana mengambil kapal dari dalam pipa tinggi yang berlubang dan anak – anak harus mengisi pipa dengan air secara bergantian. Pembagian kelompok sudah dilaksanakan, masih ada lagi pembagian pendamping. Satu guru pendamping dua menghandle 2 anak.
Inilah pembelajaran kerja sama ada anak yang memegang lubang pipa dan tersiram air, ada yang ambil air sambil berlari. Semua aktivitas ini sangat menyenangkan. Baju sudah basah kuyup, sekalian basah mumpung belum masuk waktu ashar sekalian anak – anak menangkap ikan mujaer di kolam buatan. Jumlah ikan ada 13 yang berhasil ditangkap anak – anak sekitar 8 ekor ikan. Ada dua anak yang ahli menangkap ikan (Atar dan Bilal). Kolam sudah tidak bisa dikatakan jernih lagi ( memang awalnya juga sudah bercampur lumpur). Mungkin bisa dikatakan ikan yang berada di kolam sudah mabok karena kolam sudah di obok – obok airnya. Masih ada 5 ekor, ada bilal yang sudah mandi menyebur lagi ke kolam cari ikan lagi, Alkhamdulillah dapat 2 ekor lagi.
Pukul 16.00 WIB lebih ( lupa) bersih – bersih, sholat ashar dan istirahat (bisa bermain), sambil menunggu sholat maghrib anak – anak baca Qiroati. Makan bersama di tenda setelah sholat maghrib.
Sesuai jadwal setelah sholat isya night tracking sesuai dengan kelompoknya. Sebelum diberangkatkan panitia briefing terlebih dahulu untuk sosialisasi rute, observer dan guru magang sebagai pendamping. Ada lima pos dengan mengambil tema optimalisasi indra yang dianggap sebagai materi antara lain :
Pos 1: pos pendengaran, dimana anak selama dalam perjalanan melaporkan apa saja yang didengar. Hanya suara jangkrik dan long- longan anjing.
Pos 2 : pos yang mengoptimalkan fungsi hidung dan mata, kebetulan jalur yang dilewati ada tumpukan sampah
Pos 3 : pos yang menggunakan indra peraba dimana anak – anak mencoba meraba permukaan daun yang kasar dan halus
Pos 4 : pos yang menggunakan inda pengecapan, ada kopi (pahit), susu (manis), garam (asin), dan minyak telon.
Kondisi anak – anak dalam perjalanan beragam ada yang sangat berani, ada yang sudah lelah dan mengantuk, ada yang awalnya berani kemudian takut. Tujuan OFTA untuk melatih kemandirian dan keberanian. Bagaimana sikapnya saat perjalanan malam menjadi penilaian utama dari observer (guru kelas). Tetapi di pos terakhir banyak yang sudah mengantuk malah hilang kantuknya sehingga mereka memilih untuk membakar ikan.
Sebenarnya panitia merencanakan adanya api unggun untuk bakar ikan pasca acara tracking night akan tetapi mata ngantuk anak – anak sudah bermunculan satu demi satu. Keputusan terbaik adalah menunda api unggun dilaksanakan esok hari setelah shulat subuh dan menyegerakan istirahat tidur.
Pukul 02.00 WIB dini hari masih ada anak – anak yang bersuara. Sedang apakah mereka? Mereka mencari air dan tidak menemukan air karena dimatikan pompa airnya. Waktu sholat subuh anak – anak dibangunkan untuk ambil wudhu dan sholat berjamaah di halaman tenda. Api unggun juga dibuat sambil bakar ikan. “Asyik, bakar ikan” kata salah satu anak peserta OTFA.
Pagi ya sereal, “hm...aku sudah habis bu”? menggelar tikar setelah stretching, duduk bersama di halaman depan saung, tepat sekali dengan kondisi udara yang dingin dipagi hari. Acara hampir berakhir. “Beres – beres dulu yuk.....” sudah lengkap semua, sudah mandi, sudah sarapan, acara ditutup.dibawah pohon pete cina sambil duduk santai anak – anak diajak bercerita tentang OTFA yang sudah mereka lewati. Semua dapat “bintang” semua “hebat” dan sudah saatnya pulang ke rumah masing – masing. Sampai jumpa lagi di camp selanjutnya.
Sabtu, 23 Mei 2009
Open house sekolah alam Bekasi
Rencana awal untuk belajar dari pengalaman sekolah alam Bekasi ingin mengetahui bagaimana melaksanakan open house. Acara dimulai pukul 09.00 WIB (di jadwal), realisasinya baru dimulai pukul 10.00 WIB.
Dari gerbang pertama sudah disambut dengan penjualan tanaman hias (boleh beli bagi yang berminat ). Di tempat ini pula pengunjung bisa menukar undangan dan membubuhkan tanda tangan sebagai administrasi. Sekitar 6 meter dari tempat pendaftaran ada 3 jalan yang lurus menuju saung kelas, yang kekiri menuju tempat registrasi dan jalan yang satu menuju stand sponsorship yang menjual aneka obat, buku, majalah dan makanan organik.
Peta lokasi yang masih saya ingat ada ruang ICT, perpustakaan, ruang guru, play group, saung TK dan saung SD. Halaman yang sudah banyak pohon dan terdapat shelter dengan nuansa santai untuk cofee break dan dekat dengan area bermain anak (tali rangkak, flaying fox, dan tenda dll). Setiap saung mempunyai nama : saung rambutan untuk SD, saung sawo untuk TK dan gedung mangga untuk play group.
Acara dibuka oleh pak syafir, santai tetap islami. Sambutan pertama dari Ibu Weni ( pemilik yayasan ). Dilanjutkan penampilan 2 lagu dari “The Rombeng kids” group musik dari SoU. Dilanjutkan acara cofee break. Setelah cofee break untuk orang tua mengikuti talk show bersama Dik Doank dan Bapak Lendo. Sedangkan untuk anak – anaknya mengikuti outbond, orang tua bisa konsentrasi pada talk shownya, anak – anak sudah ada pendamping outbondnya insyaallah aman.
Sebagai pemantik untuk orang tua perlu dijabarkan tentang kelebihan sekolah alam salah satunya mencetak pribadi yang berkarakter. Siswa SM dari SoU presentasi tentang penghargaan yang diraihnya dari Amerika. Penghargaan yang diperoleh karena kepeduliannya pada lingkungan. Membersihkan sampah dunia adalah cita – citanya. Inti talkshow adalah bersama Dik doank dan Pak Lendo. Dik Doank lebih menekankan bagaimana asyiknya belajar dan tetap menjaga kebersihan lingkungan. Sedangkan Pak Lendo lebih banyak bicara tentang bagaimana mencetak generasi unggul dengan sekolah alam sebagai sekolah yang tepat untuk mencetak generasi berkualitas. Mulai dari input, proses dan output yang diharapkan dari konsep sekolah alam.
Senin, 25 Mai 2009
1. Green Lab-1
Aktivitas dimulai dari jam 08.30. setelah di buka dengan basmalah dan salam Pak Gigih memberi informasi tentang agenda green lab hari ini. Apakah itu : pertama bersih – bersih dan merapikan polibag, memindahkan polibag, menanam anggur dan kacang tanah di polibag yang sudah tertata rapi dan membuat kompos dari kotoran hewan.
Untuk bersih – bersih, berhubung hanya ada satu sapu dan satu serokan maka Cuma satu yang menyapu yang lain bebas asalkan tetap pada agenda bersih – bersih. Saya mencabuti rumput.
Membuat kompos dari kotoran hewan
Bahan :
·Sekam
·Dedak
·Cairan EM4
·Gula pasir
·Kotoran kambing
·Abu atau bisa sisa bakaran
·Air
Sekam dicampur dengan kotoran kambing dimana perbandingannya 2 : 3 sedangkan untuk pemakaian abu dan dedak sesuai kebutuhan ( fleksibel)
Cara membuatnya:
Adonan pertama :
·Tuangkan cairan EM4 kira kira ½ botol
·Masukkan gula pasir ½ KG
·Tambahkan air 2 liter tapi pada saat pelaksanaan ada kesalahan penghitungan sehingga totalnya sekitar 5 literan
·Aduk rata bahan yang sudah diramu tadi
·Tambahkan lagi dedak dan aduk sampai rata, tambahkan dedak sampai benar – benar kental
Adonan kedua :
·Campurkan sekam dengan kotoran domba beserta abu, aduk sampai rata
·Masukkan adonan pertama pelan – pelan dan tetap diaduk sampai benar – benar rata
·Simpan dengan tempat yang ditutup kira – kira satu minggu kemudian bisa digunakan.
Saat memindahkan polibag kecil yang berisi bibit sengon dari bawah dekat kandang ke bedengan atas kami memisahkan antara bibit tumbuhan sengon yang tumbuh maupun yang tidak tumbuh. Merapikan juga tidak sekedar merapikan tapi dibuat untuk memudahkan pelajaran matematika seperti model perkalian
Ada polibag yang kosong dan ada ide untuk menanam biji kacang panjang kira – kira 100 kantong polibag dengan jumlah biji sekantong 2 biji. Sisa polibag digunakan untuk menanam anggur sekitar 30 polibag.
2. Observasi kelas TK B
English nya lebih berasa di kelas ini, saat saya masuk anak –anak sedang menggambar jam gadang yang berasal dari Padang bersama Mis. B. Jam sudah mendekati pukul 11.00 lebih anak – anak siap dengan lunch dan siap – siap untuk pulang.
3. Melihat film documenter tentang kondisi sekolah global jaya pada tahun 1996.
Saat tahun 1996 sudah dilaksanakan pembelajaran yang bagus, dengan media yang sangat kreatif, cara mengajar yang menyenangkan, di sekolah ini pada waktu itu sudah mengembangkan kombinasi materi dengan tehnologi sederhana. Metode spider web sudah mereka gunakan. Saat outing ke kebun raya Bogor, nampak begitu sangat rapi.
4. Materi prinsip – prinsip Rules and Consequences bersama Bapak Ferous
Pada dasarnya guru harus membuat kesepakatan yang bisa di terima logika anak dan harus diingat pemberian hukuman harus sesuai dengan hukum islam. Dari materi yang diberikan Bapak Ferous guru harus membedakan dan mempertimbangkan apakah membahayakan (jiwa atau raga), apakah merusak (properti atau lingkungan), apakah merugikan (sekolah, teman atau diri sendiri), apakah mengganggu (KBM dan ketertiban), apakah melanggar syariat dan kesepakatan ( sebagai hamba Allah dan sebagai siswa sekolah), dan apakah sia- sia.
Sanksi syariah adalah qishash, hudud, ta’dzir dan kafarat.Dalam memberikan sanksi harus bijaksana.
Selasa, 26 Mei 2009
Field trip SD2 ke Kota Tua, Jakarta.
Rencana awal anak - anakberangkat lebih pagi dari stasuin Depok, supaya nanti bisa berkeliling semua ke tempat yang di tuju. Karena kondisi hari kerja dan yang lainnya anak – anak sampai ke stasiun kota sekitar pukul 10.00 WIB. Siswa SD 2 mempunyai kakak pendamping kakak kelas SD 6.
Turun dari kereta langsung berjalan menuju ke kota tua. Kakak Via (SD 6) menjelaskan jaman dahulu inilah pusat kota. Sambil menjelaskan fungsi – fungsi tempat yang terdapat di sana. Di halaman anak – anak sudah sibuk dengan aktivitas worksheet yang sudah di berikan saat baru sampai di Kota Tua. Gedung yang pertama di kunjungi museum sejarah nasional. Disini ada penjara, arca, tata ruang, perabot jaman dahulu. Gedung yangdi kunjungi ke dua adalah museum wayang. Dua tempat menjadi objek siswa hari ini. Museum BI tidak jadi dikunjungi karena waktunya tidak cukup.
Rabu, 27 Mei 2009 – Jumat, 29 Mei 2009
OTFA SD di Cidahu, Sukabumi Jawa Barat
Berangkat dari SoU bersama anak – anak kelas 5 dan 6 dengan menggunakan mobil tronton. Perjalanan sekitar 3 jam lebih rombongan istirahat sholat dhuhur. Agenda hari pertama ( tim advance) menyiapkan sarana camp : tenda, rute tracking dan safety lokasi untuk anak – anak. Panitia menyiapkan tenda untuk tim yang datang besok dan anak – anak mendirikan sendiri tendanya. Tracking untuk pengenalan medan dilakukan di sore hari menuju air terjun dengan jarak tempuh pergi pulang kira – kira 6 Km. Dalam perjalanan tracking ditunjukkan daun yang bisa dimakan dan yang beracun bila dimakan.
Malam harinya setelah sholat isya ada kegiatan tracking night dengan tujuan untuk melatih kemandirian dan keberanian anak. Anggotanya 2 anak terdiri dari kelas 5 dan 6. Beragam mental yang ditunjukkan dengan sikap mereka saat menempuh perjalanan. Diwaktu malam panitia juga mengadakan breafing sebentar untuk mericek dan mempersiapkan kedatangan tim SD 1 – 4 besok pagi.
Kamis, 28 Mei 2009 siswa SD 1 – 4 datang maka anak – anak kelas 5 – 6 berperan sebagai panitia bayangan untuk adik – adik mereka. Tugasnya sebagai pendamping. Pengkondisian kelas 5 dan 6 sudah dilakukan setelah sholat subuh. Siang hari SD 1-4 sudah datang setelah lunch mereka berkumpul untuk pembagian kelompok, kakak panitia bayangan dan membahas kesepakatan sederhana ( misalnya tidak bicara kotor, menjaga kebersihan dll ) setelah semua rapi berkeliling lokasi untuk ma’rifatul medan. Sekedar jalan – jalan, tapi kaya informasi tentang alam.
Sore harinya langit tampak mendung, antisipasi kalau hujan supaya tenda tidak kebanjiran adalah membuat parit di sekitar tenda. Sedikit yang dibantu kebanyakan anak – anak mengerjakan sendiri.Alkhamdulillah hanya gerimis saja.
Malam harinya ada tracking night. Uniknya yang menjaga pos adalah kakak kelas 6 (setiap pos 1 anak ). Guru pendamping ada disetiap kelompok, tetapi hanya mengamati dari belakang (agak berjauhan).Malam ini banyak tim advance yang sakit. Anak – anak ada beberapa yang sakit, tolak angin yang disediakan pun habis bahkan kurang.
Hari terakhir paginya stretching sebelum out bond. Anak – anak membuat yel – yel berdasarkan kelompoknya dan menyebutkan yel – yel OTFA. Bagi yang sudah selesai menyebutkan yel –yel mereka mendapatkan kaos out bond. Ada tiga jenis outbod yang terbagi menjadi 3 titik lokasi dimana semua anak secara bergantian mengikuti semuanya.
Berbagai rangkaian acara sudah terlewati dengan baik, barang – barang sudah dikemasi, sampah sudah dipastikan terkumpul ( tidak berceceran), dan kebetulan hujan akan turun maka cepat kilat tetapi tecapai dengan baik penutupan dilaksanakan. Pulang lah kami semua dengan tronton lagi.Alkhamdulillah tidak kehujanan. Kami pun sampai ke SoU dengan selamat pukul 17.00 WIB.
Senin, 1 Juni 2009
1. Green Lab 3
Bukan sekolah alam kalau tidak bisa memanfaatkan lingkungan. Hari ini membuat pupuk kompos dari daun. Senang rasanya bisa melakukan pekerjaan rutin dipagi hari ( sewaktu di Ngawi) menyapu halaman rumah. Tetapi hari ini bukan dirumah tetapi di SoU parung, dan lebih seru karena daun yang disapu, dikumpulkan dan akan diolah menjadi barang yang bernilai ekonomis dan lebih bermanfaat. Saya tidak terbiasa menyapu dengan sapu yang tinggi dengan meminta ijin kepada Bapak tukang sapu untuk melepas batang bambu yang jadi pegangan sapu. Daun yang terkumpul dibawa ke belakang dengan ember. Tahap selanjutnya adalah menghancurkan daun:
1.Memisahkan daun dengan ranting
2.Mengatur mesin penggiling padi dengan kecepatan mencapai 40 – 43.
3.Memasukkan daun ke dalam mesin ( sedikit demi sedikit ) karena setelah dicoba daunnya dimasukkan lebih banyak mesin tidak bisa menghancurkan, kadang berhenti atau hasilnya sangat jelek.
4.Untuk mendapatkan hasil yang lebih halus daun yang sudah digiling pertama tadi digiling lagi untuk yang kedua kalinya.
5.Untuk menghasilkan daun yang halus bisa di ayak terlebih dahulu.
Membuat adonan kompos :
1.Cairan EM4 (secukupnya) + dedak (secukupnya) +gula (secukupnya) + air ¼ ember. Fungsi dari adonan ini adalah untuk mempercepat pembusukan .
2.Apabial adonan sudah siap, daun yang sudah dihaluskan dicampur dengan dedak sampai rata.
3.Meletakkan adonan pupuk seperti membuat kue lapis bergantian
Pupuk ini baru bisa digunakan apabila sudah didiamkan 1 bulan. Selama didiamkan tetap membutuhkan proses pengadukan.
2. Bedah tema dengan Bu Septri
Materi dengan bu Septri memang kaya semangat. Prinsip dasar pembuatan tema terpusat pada IPA, hostpot (yang sedang in), tema wajib dan eksperimen sampai mati.
Cara membedah tema : menentukan tema yang kita pilih, mencari isi ilmu dari tema yang diajarkan, membuat irisan antar tema dengan potensi daerah, mewebkan tema, mengedit tema dengan menyesuaikan kompetensi siswa, membreakdown dalam lesson plan, project dan outing.
Dalam satu semester harus ada membuat buku dan project besar .Pada materi ini peserta lebih banyak melakukan simulasi dan presentasi sederhana.
3. Lesson Plan berbasis potensi daerah dengan Bpk Suhendi
Insitu development merupakan bahan dasar untuk menerapkan sekolah alam. Pada materi ini Bapak Suhendi mengatakan butuh waktu lama untuk membedah materi ini. Maka penjelasan materi ini sengaja oleh beliau dipersingkat. Kami diminta untuk latihan mendata tanaman yang ada di SoU. Saya dapat bagian belakang bersama salah satu guru SoU. Walaupun hanya beberapa bagian saja yang diminta untuk mengerjakann bagi saya cukup kesulitan karena belajar tidak tahu semua nama – nama tumbuhan. Banyak nama – nama yang berasal dari bahasa jawa saya masukkan.( tidak tahu bahasa indonesianya apa, apalagi nama ilmiahnya sama sekali tidak ingat).
Dengan data seadanya kemudian menginkludkan salah satu hal yang kami catat untuk dibuat spiderweb (dengan dijadikan tema).
Selasa, 2 Juni 2009
Observasi SD 1, seperti biasa dipagi hari qiroaty setelah sholat dhuha. Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan buka kelas, yang menjadi tanggung jawab piket hari ini. Asyik banget ketika guru mereka mengingatkan untuk menyiram tanaman yang meraka tanam ( puring) bergegas mereka berlarian untuk segera menyiram tanaman kesayangannya. Snack time dilanjutkan istirahat.
Kelas satu ini masih terlihat penuh dan sesak. Kenapa bisa begitu? Karena dikelas ini masih ada tembok besar dari kardus ( karya anak –anak yang dipamerkan saat sains fair kemarin). Pak Amar mengajak anak – anak untuk menyobek kertas putih dengan tangan mereka dan melipat kardus untuk disimpan di gudang. Semua anak asyik dengan aktivitas ini ada yang tak sabar mengantri untuk segera melipat kardus. Kelas SD1 kembali lapang, lega rasanya bertambah luas, tinggal lunch, sholat dhuhur, anak – anak sudah dibebaskan bermain. Saatnya untuk tutup kelas lalu pulang.
Evaluasi OTFA SD
Dengan berbagai kondisi yang menjadi penyebab tim advance kebanyakan sakit setelah satu hari di lokasi.Obat persediaan juga habis, Terutama obat masuk angin. Guru magang kurang terkaryakan dengan baik mengingat personel panitia dari SoU sendiri sudah sangat banyak (sudah terpenuhi).
Penjabaran dari Pak Cipto di setiap kegiatan ada planning, pelaksanaan dan evaluasi. Yang di tekankan adalah kesiapan SDM. Perlu persiapan yang alternatif penunjang sehingga dalam kondisi apapun saat kegiatan sudah siap karena yang kita bawa adalah anak – anak sehingga keamanan, kenyamanan menjadi pertimbangan yang tidak bisa dielakkan
Pelatihan bahasa ibu dengan Ibu Septri
Brainstorming dengan mengartikan bahasa ibu, diantaranya ada cinta, kasih sayang, ada pengertian, mendidik, mendengarkan aktif, dan menerima anak apa adanya.
Lima wilayah utama yang dijelaskan Bu Septri antara lain 1) mengenali emosi diri, menganalisis emosi diri, 2) mengendalikan emosi diri, melepaskan emosi negatif, 3) memotivasi diri, 4) mengenali emosi orang lain dan 5 ) membina hubungan dengan orang lain.
Ternyata dalam menghadapi anak perlu memperkenalkan emosi anak, kemudian menerima emosi yang sedang dirasakan anak.
Rabu, 3 Juni 2009
1. Green lab 3 (Pembuatan lahan bedeng)
Ini memang benar – benar bertani, luar biasa Alkhamdulillah bisa. Aktivitasnya mencangkul lahan. Cukup beruntung kita karena lahan yang kita buat sudah lahan 2/3 yang sudah jadi karena tinggal membalik tanah dengan pupuk yang sudah diletakkan dibedeng beberapa hari yang lalu (sekitar 3 hari yang lalu). Hari ini Cuma 3 personel saya, Bu Reni, dan Pak Rama (SoU). Setiap orang cangkul satu bedeng. Tidak mutlak yang sudah selesai bisa membantu yang belum selesai.
Setelah tanah dan pupuk sudah tercampur barulah membentuk bedengan dengan ukuran panjang maksimal 10 meter tapi yang kami buat hanya 3 meter, lebar sekitar 20 cm. Tinggi kira – kira 20 cm. Jarak bedeng satu dengan bedeng yang lain kira – kira 15 cm dengan posisi lebih rendah. Ini berfungsi untuk penyerapan air.
Bedeng sudah yang sudah siap, permukaanya ukurannya diratakan dengan kayu atau bambu ( seperti kita memoles keju di roti tawar ).
Bedeng pertama ditanami kacang panjang. Diambil dari hasil semaian di polibag yang sudah berumur 1 minggu bari di pindahkan ke media tanam bedeng.
Bedeng kedua ditanami bayam dan kangkung. Untuk kangkung tinggal dibuat lubang dan dimasuki biji kankung (setiap lubang 5 biji). Jarang setiap lubang kira – kira 5 cm. Sedangkan menanam bayam, bijinya harus dicampur terlebih dahulu dengan pasir/ tanah/ sekam agar tumbuhnya tidah bergerombol apabila terkena hujan atau disiram.
Bedeng ke tiga ditanami terung dan cabe. Dua – duanya diambil dari semaian di polibag.
2. Art & Creativity
Wow!, keren banget. Ini materi yang saya tunggu. Dari judulnya sudah menarik. Cuma fokus nya hanya pada musik dan gambar walau yang lain tetap di berikan (sedikit). Kreatif ini bagaimana kita keluar dari box yang penuh dengan batas. Makna kreatif dari Pak iman bermanfaat dan bisa dijadikan bisnis. Mustahil kreatif tanpa mimpi dan imajinasi. Maka yang dibutuhkan adalah memperkaya diri dengan banyak baca apasaja, melihat, mencoba dan mengembangkan.
Hari ini kami SA Bintaro pulang lebih awal dari biasanya.
Kamis, 4 - 6 Juni 2009
Di sekolah alam Bintaro, mempersiapkan display untuk hari ahad 7 Juni 2009 ada tes psikologi calon siswa SA Bintaro.
Ahad, 7 Juni 2009
Tes Psikologi calon siswa, alkhamdulillah jumlah total 15 siswa bisa datang semuanya. Agenda hari ini lebih siap dari pada test psikologi yang pertama. Semua berjalan baik.
Setelah tes selesai cerita sebentar tentang pengalaman magang dan evaluasi tentang kegiatan hari ini. FIGHT!
Senin, 8 Juni 2009
1.Green lab 4
Membuat media tanam, pengemasan, pemeliharaan tanaman, pemanenan jagung
Membuat media tanam :
1.Pupuk kompos ( kandang) yang sudah jadi di campur dengan tanah yang sudah diayak
2.Setelah tercampur ditambahkan kapur untuk menghindari adanya semut.
3.Pengemasan dan memasukkan ke dalam polibag besar untuk menanam
4.Memupuk tanaman terung, cabe, kacang dengan dibuat lingkaran dengan jaran kira – kira 5 cm dari tanaman
5.Menyiram tanaman terung dengan kompos cair
6.Memanen jagung manis
2. Observasi kelas
Green lab selesai hampir jam sebelas, ketika masuk ke TK B tidak banyak yang di observer. Kegiatan anak lunch dan setelah itu pulang. Yang menyenangkan hari ini cara berhitung mereka dengan menggunakan bahasa padang. Cie, Duo, Tigo, Ampek, Limo, Anam, Tujuah, Salapan, Sambilan, Sapuluh.
3. Manajemen pembelajaran bersama Bu Yusri
Tidak kalah menyenangkan, sharing bernuansa ilmi. Sharing tentang bagaimana mempersiapkan pembelajaran dengan konsep sekolah alam. Bagaimana cara membuat rencana pembelajaran sampai pada pelaksanaan KBM dan evaluasinya.
Rangkaian menejemen pembelajaran adalah bagaimana membuat rencana pembelajaran, bagaimana mengorganisir waktu dan bahan ajar, bagaimana melaksanakan KBM, dan bagaimana melaksanakan assesment, evaluasi dan sistem pelaporan.
Dibagian akhir dari materi ini ada simulasi mempresentasikan spider web berdasarkan asal sekolah. Dari SA bintaro mempresentasikan tentang “aku”.
Selasa, 9 Juni 2009
Ini istimewa!, bagaimana tidak kita bisa berdiskusi langsung dengan penggagas sekolah alam. Pukul 08.00 WIB dimulai. Tidak ada salam pembuka kami hanya saling sapa, duduk santai, ngobrol saja sampai siang. Cerita dimulai dari cerita kami setelah magang di sekolah alam. Apa yang didapatkan. Tanya jawab dilaksanakan tanpa sadar sudah berbicara panjang lebar. Satu persatu guru magang yang belum datang menyusul. Bagi saya ini brainstorming yang sangat bagus, cocok dengan sekolah alam alami santai tapi kaya akan ilmu dan makna. Satu makna kita adalah muslim. Memahami seni kehidupan adalah taqwa.
Keunikan Sekolah alam :
Langsung mengambil sumber pada Al – Quran dan as- Sunnah ( al hadist dan siroh ).
Sekolah alam memfasilitasi anak sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Anak – anak lebih dipersiapkan untuk menghadapi hidup dari pada nilai yang tertera dalam ijasah. Walau tidak dipungkiri perlu tapi itu menjadi prioritas yang kesekian. Inilah pendidikan yang dinamis. Tantangan – tantangan mengahdapi hidup diperkenalkan kepada anak sejak dini. Jika sekolah umum berkutat pada pencetak generasi research. Maksudnya generasi penurut, pendiam duduk diam tenang, memprioritaskan nilai berupa angka dan monoton. Sekolah alam akan mengembalikan fungsi pendidikan seperti yang diajarkan Rasullah saw.
Seni pendidikan pada dasarnya untuk mencetak peradaban. Sekarang banyak koruptor dinegeri ini karena produk pendidikan selama 30 tahun yang lalu. Maka sekarang harus ada perubahan dalam pendidikan agar generasi kedepan tidak semakin memburuk. Nilai dari pendidikan yang sebenarnya adalah : menanamkan sifat jujur, amanah, kerja keras, dan islam. Nilai ini yang dibutuhkan dalam bermasyarakat.
Perkembangan anak sangat unik. Maka dibutuhkan pendidikan yang baik. Konsep pendidikan yang salah cenderung membuat anak “telat nakalnya”. Belajar dari Rasulullah, beliau mendidik para sahabat dibawah pohon kurma, mutarobbi beliau adalah Umar Bin Khottob, Abu Bakar, Ali Bin Abi Thalib, Ustman Bin Affan, Bilal bin Rabah, dll. Mereka belajar bersama tetap menjadi dirinya, kemampuannya tetap dikembangkan tidak matikan. Bilal sebih berbakat di bidang seni maka Bilal diarahkan untuk mengumandangkan adzan. Di Usia masih kecil Rasulullah sudah mampu mencari nafkah dengan mengembala kambing. Ini artinya secara fisik Rasulullah telah teruji tangguh, ada strategi menjaga gembala ini belajar strategi menejemen dan dilakukan dialam terbuka berarti Rasulullah terbiasa belajar dialam terbuka, ada kelapangan hati yang terlatih.
Pada usia 8 tahun, Rasulullah sudah belajar berdagang. Kenapa rasulullah berdagang? Ternyata dalam berdagang ada kelebihan – kelebihan yang bisa kita pelajari. Antara lain :
1.Salah satu pintu rejeki yang paling luas
2.Terlatih untuk mandiri, mencari nafkah sendiri
3.Terlatih untuk bertanggung jawab
4.Lebih kepada pertahanan karena sudah tahu ilmunya jadi menjadi pribadi yang tidak bisa dibohongi.
5.Berdagang merupakan tempat halal tetapi Allah murka (banyak kesempatan untuk bermaksiat ditempat ini ).
6.Berbisnis mampu mematangkan emosi anak - anak
Jadi : sekolah alam adalah sekolah yang mengintegrasikan iman dan ilmu. Fokus utamanya adalah pembentukan karakter. Bisnis menjadi tawaran solutif untuk mengatasi kesulitan di masyarakat. Inklusi unruk semua golongan dan solutif. Terus mencoba dan menggali ilmu pengetahuan eksperimen sampai mati. Belajar dan terus belajar.
Tidak berasa sudah jam 11.00 WIB. Ini materi unik tidak ada pembukaan, tidak ada penutupan sharing biasa tapi intinya peserta dapatkan. Terimakasih Pak Lendo..
Observasi kelas TK B
Wow! Untuk kedua kalinya, kemarin baru mendengarkan rekaman mereka sekarang melihat mereka latihan bernyanyi “kampuang nan jauh dimato” lagu dari Sumatera barat bersama mis Bab dan Pak iman (gitaris).
Materi mengenal anak berkebutuhan khusus bersama Bapak Ferous.
Bagi saya ini bukan hal yang baru karena saya dari pendidikan luar biasa. Ini menambah referensi bagi saya.Dari Beliau sendiri menekankan bahwa sekolah alam ini inklusi. Maka yang harus di siapkan adalah kesiapan SDM, infrastuktur dan program IEP. Yang beliau sampaikan juga sesuai dengan konsep inklusi international yang diterbitkan oleh unicef.
Rabu, 10 Juni 2009
Evaluasi green lab : menyerahkan laporan kegiatan kepada Bapak Gigih diselingi dengan pembicaraan biasa.
Strategi penyelenggaraan sekolah alam dengan Bapak Ferous
Tiga masalah strategis untuk menyelenggarakan sekolah alam adalah
1.Stakeholder ( meliputi yayasan, guru dan masyarakat) yang setiap lini berperan sesuai dengan posisinya. Tidak terbalik dan rapi.
2.Forum pengambil kebijakan. (Menyesuaikan kepentingan ada musyum, musker, rapim, pleno, rakor, dan syuro khusus ).
Dalam mengambil kebijakan tetap berpegangan pada quran hadist, sesuai undang – undang, sesuai dengan arahan dan aturan yayasan, dan tidak boleh terlupa sesuai dengan visi dan misi sekolah
3.Menejemen keuangan
Poin satu dan dua lebih pada tanya jawab langsung. Yang membuat menarik adalah struktur penggunaan bahasa yang benar sesuai dengan fungsinya. Saat diskripsi peserta memilih jawaban apakah temasuk kategori fungsi, hak, kewajiban, tugas, wewenang, atau tanggung jawab. Semua tergantung persepsi yang tekankan apa, siapa, bagaimana, atas, terhadap, kepada. Tugas itu yang kalimatnya konkrit dan tehnis. Poin ketiga butuh banyak analisi, seperti diklat akuntansi belajar kembali apa arti saldo, defisit, pendapan, belanja, neraca, penerimaan dan pendapatan. Yang terpenting ketika membuat laporan judulnya ditulis laporan penerimaan dan pengeluaran bukan pendapatan.
Kamis, 11 Juni 2009
Sehari membuat lesson Plan
Tahap pertama : membuat spider web
Tahap kedua : membuat semester plan
Tahap ketiga : membuat weekly plan
Tahap keempat : membuat daily plan
Dalam satu tema harus membuat proyek satu buku, semester plan akan serahkan kepada orang tua. Di akhir acara ada kuis 2 nomor saja. Senyum malu karena aku lupa pelajaran fisika SMU maklum sudah 5 tahun tidak berkomunikasi dengan buku fisika. Terpaksa ngawurisme tetapi insyaAllah rumus dasar masih dipake bahwa V = s/t.
Bismillah....kita bisa!!!
Evaluasi magang :
·Mari belajar untuk on time sebagai modal dasar belajar menepati janji.
·Kita saling belajar tidak harus selalu sempurna yang terpenting selalu berusaha memperbaiki dan terus memperbaiki.
·Thanks for all semoga Allah memberi yang lebih baik kepada siapa saja yang sudah berbagi ilmu berbagi kebaikan kepadaku....
Pagi ini saya terbangun setelah mendengar kumandangadzan subuh. Gerimis pelan terdengar dari kamarku. Seperti doubing musik yang mengawali hari ini. Merencanakan sekian aktivitas yang saya rencanakan tadi malam. Namun pagi ini sedikit berbeda karena setelah aktivitas subuh biasanya saya melaksanakan rutinitas Sabtu pagi.Seperti :membaca qur’an, membuka siroh nabawiyah (sekedar untuk mengingat), al-ma’tsurat, brain gym adaptif, membuat teh manis dan beres-beres rumah (nyapu, ngepel, nyuci dan bantu masak ) sampai yang terakhir aktivitas pribadi. Barulah aktivitas itu selesai bisa melaksanakan agenda di luar rumah.
Berbeda.”ya memang beda”. Karena jadwal pekanan Islamic Study Club berubah pukul 07.30 WIB. Khusushari ini. Otomatis saya harus prepare sebelum pukul 06.00 WIB mengingat jarak tempuh dari Bintaro cukup jauh. Setelah sholat subuh saya masih punya tugas membantu rekankerja saya mengoreksi IEP (Individual Education Program) siswa kami. Walaupun tadi malam nglembur tetap saja belum selesai. Saya berusaha seefektif mungkin mengingat waktu yang saya punya sangat terbatas.Beres - beres belum dIlakukan lho….” Harus cepat” kata saya.
Saya masih mencoret – coret lembar demi lembar IEP dan kondisi kamar juga masih penuh dengan kertas- kertas. Penaku bergerak lumayan cepat….yach sangat harmonis ditemani hujan yang manis di pagi hari. “Bu, Bu Eka ada nggak?” terdengar seperti suara kawan kerja yang kosnya berdekatan. Tidak lama kemudian ternyata benar dugaan saya. Bu Ila datang. “Bu Eka…….!” Bu Ila memanggil saya.”Iya masuk aja “ jawab saya. Pintu terbuka dan Bu Ila sudah rapi kelihatan mau pergi. “ Bu mau pergi tidak?” Tanya dia. “Iya Aku mau ISC” saya jawab spontan”. Ini saya mau ISC juga jas hujanku ku cuci kalau Bu Eka tidak pergi mau aku pinjem. Yach…gimana dong nekat aja nich” Bu Ila berkata padaku setengah masih ingin menyampaikan sesuatu. “Gimana ya Bu…”Tanya Bu Ila kepadaku. “di lap aja Bu…gak papa” . dia menyanggupi dan mengucapkan salam untuk meninggalkanku. Aku tidak sempat menyambutnya karena aku sedang terburu- buru juga.
IEP selesai kulanjutkan beres- beres sambil menunggu Teteh mencuci di KM.” Tuhanku ampunkanlah segala dosaku…………” lagu Snada tanda SMS dari HP. Ku buka SMS berisi pemberitahuan bahwa teman kami ada yang ijin karena sakit jadi tempat belajar kami di pindah ke tempat lain. Suara ramai orang ngobrol di jalan terdengar sampai kamarku. “Seperti suara Pak Beni dan Bu Sri” Gumamku. Lalu segera ku ambil plastik untuk membungkus file dan lari ke pintu gerbang dan ternyata….bukan L
Ya ….sudah prepare diri sudah selesai aku pamitan dengan Ibu dan Bapak kos yang lagi asyik main sama Caca.
Planning pertamaku hari ini adalah mengantarkan file ke Sekolah Alam Bintaro. Di depan ICT saya melihat kumbang badak sedang berjalan. Sekilas pikiranku bergerak kepada ke-khas-an Sekolah Alam Bintaro. Aku berfikir kenapa tidak diambil aja khas Sekolah Alam Bintaro adalah kumbang badak?. Disini kan paling banyak kumbang badak. Kalau dibuat penangkaran kumbang badak pasti bagus dech. Entahlah pikiran itu kubiarkan begitu saja karena waktu sudah tidak cukup untuk diam mengamati kumbang badak. Yup ! meluncur ke pertigaan pos polisi. Hehe sebutan saja karena memang pertigaan ini tempat polisi (katanya jaman dulu) sekarang padang ilalang dan tumpukan sampah yang berbau menyengat.
Pikiran tentang kumbang badak ku simpan sambil jalan.
Rute perjalananku pagi ini dimulai pukul 07.00 WIB. Dengan kondisi jalan masih direnovasi,macet itu pasti. Dari mobil angkot D10 turun di pertigaan Tamanmangu lalu oper ke mobil 07 arah Kebayoran turun di Cipadu. Seperti biasa aku duduk di depan jika depan masih kosong. Setelah mobil 07 disambung mobil 09 yang ke arah Garden.
Aku terlambat 45 menit.(biasa macet di daerah dekat Univ.Mercu karena lampu merah dan perempatan Joglo ).Pembelajaran belum dimulai baru dimulai setelah saya datang. Kami membahas periodesasi dakwah Rasulullah dan melihat presentasi VCD Satria Hadi Lubis. Yup sangat menarik….
Periodesasi dakwah rasulullah. Yach judul yang tidak asing untuk mereka yang sudah aktif di kampus. Mereka sering diberi suplemen ilmu tentang siroh. Tapi ketika sudah merambah masyarakat maka jika tidak diulas kembali pasti akan lupa. Alhamdulillah dengan seperti ini jadi mengingatkan memori di kepala tentang hal ini. Pembahasan kami berikutnya adalah menejemen diri versi ustadz Satria Hadi lubis.
Tak terasa perbicangan kami belajar tentang belajar dan menejemen diri versi ustadz Satria Hadi lubis tidak terasa. Tahu – tahu pukul 10.30 WIB.
Planing ke dua hari ini adalah ke Jakarta Convention cente (JCC). Awalnya agak bingung membedakan antara Gelora Bung Karno dan Istora Senayan Jakarta. Meskipun sering ke bookfair masih saja bingung karena salah satu yang bernama JCC belum pernah ku kunjungi. Sesuai referansi setelah naik kopaja P16 ( Ciledug – Tanah Abang) saya naik 102 (Ciputat – Tanah Abang). Untuk meyakinkan diri saya tanya kepada sopir kopaja ” Bang JCC lewat nggak?” si sopir mengangguk. “ Tolong dibantu ya Bang, saya belum tahu JCC”. Dan sopir mengangguk lagi. Ini Jakarta jadi tidak sepenuhnya saya percaya kalau sopir akan ingat kata tolong saya, jadi selama kopaja mulai beroperasi saya melihat kanan dan kiri. Kopaja 102 berhenti di Gelora Bung Karno saya tanya” Bang ini JCC bukan?”. “Bukan Neng…… nggak bilang sich udahlewat Neng, turun sini aja naik mobil lagi” jawab supirnya. “Hm………” gumamku dalam hati supirnya lupa kali karena setumpuk urusan yang harus dihadapi hari ini salah satunya macet. Maka aku kembali naik kopaja 102 dengan arah berlawanan. Baru naik saya bayar kepada kondektur dengan uanga Rp 5000-an. Dan saya ditanya “ Mana Neng? Slipi?”. “JCC”. Jawabku.” Lah ini JCC deket.Nyebrang nggak papa? Turun turun!”. Alhasil ternyata JCC dengan Gelora Bung Karno sangat dekat karena bayaran kopaja normal Rp 2000, saya hanya bayar Rp 1000 saja.
“Alhamdulillah……Nyampe… oh! Ini namanya JCC. Jadi tahu ya…”.Maklum, first time here ! dengan kesasar sedikit.
Memang benar ada spanduk besar bertuliskan “ Gelar karya pemberdayaan masyarakat” kalau tidak salah judul nya ya…
Bergerak menuju mushola. Sholat dzuhur dulu.
Selesai sholat dhuhur kaki melangkah masuk ke area pameran ambil hanphone untuk sms kawan saya yang bertugas di pameran ini. Kawan saya ini aktif di LSM yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang ikut dalam pameran ini. Sambil mencari saya lihat produk 2yang dibuat oleh Departemen Pariwisata….seperti biasa saya paling suka dengan produk yang unik, memotret dan jika boleh membawa buku panduan saya bawa sebagai buah tangan. Yang saya lihat pertama ada batu- batuan bagus banget tapi harganya tak cukup bila menggunakan uang sakuku hari ini. Harga yang tertera Rp 550 ribu.Jadi melihat saja sudah cukup. Sambil jalan subhaannallah kawanku menegurku saat aku jalan. Alhamdulillah senang rasanya bisa ketemu lagi …. :)
Seperti biasa kami bertanya tentang kabar dan lain2 setelah itu saya ditemani untuk keliling area pameran. Saya tidak terlalu ingat khas daerah mana yang unik ada di pameran ini.
Beberapan stand yang kami kunjungi sesuatu menawarkan kepada kamiantara lain:
1.Wajik tomat yang dikelola oleh binaan CSR BPMIGAS
2. Makanan dari sagu yang ditaburi parutan kelapa, cokelat sagu dan butter sagu berdekatan dengan stand CSR bakery
3. Kementan yang unik dengan tanaman sawinya dan hasil pertanian lainnya
4. Stand yang saya lupadari daerah mana. Saya bersama kawan berfoto dengan topi burung cenderawasih yang sudah mati kemudian di awetkan.
5. CSR binaan Telkom ada SLB B di rangkas bitung dengan hasil berupa media pembelajaran paud.
6. CSR dari perusahaan air mancur yang menjual produk jamu.
7. Sari husada dengan patung sapinya dan dengan produk pengolahan sampah yang berasal dari sampah plastic berupa tas ransel.
Sederet CSR yang lain yang tak kuingat satu persatu
Tidak semua stand kami masuki tetapi sudah memunculkan ide – ide segar kembali. Terima kasih kawan sudah menemaniku berkeliling area pameran. CSRnya beragam ada yang dari pemerintah seperti PNPM dan ada yang dari perusahaan besar di Indonesia.
Sepulang dari JCC saya menuju Ciputat. Otomatis naik 102 lagi dari JCC. Ini kopaja semena2 hanya sampai Lebak Bulustidak sampai Ciputat. Dengan sedikit sebel kopaja menurunkan semua penumpang di Lebak Bulus.apa boleh buat harus menyambung lagi lalu saya naik C01 yang kearah Ciputat.
Di bawah jembatan Ciputat saya turun dari C01 cukup bayar Rp 2000 saja. Seperti biasa tukang ojek mengacungkan tangan tanda menawarkan ojek. Dan seperti biasa pula saya geleng – geleng kepala. Di depan angkot D10 angkot terakhir menuju rumah ada penjual pisang. Yach …mencoba menawar ternyata cocok ya saya beli dua. Dalam perjalanan menuju bintaro sebelah saya ada penumpang ibu – ibu yang sedang menelfon keluarganya. Untuk mencari belanjaan yang tidak didapat di pasar Ciputat. Percakapan tidak begitu lama begitu selesai dia memberikan HP kepada anaknya (soalnya anaknya yang sudah besar ini memanggilnya mama).
Diperempatan dekat Bambini School ada penumpang yang turun dan naiklah seorang ibu bersama 1 anaknya. Ibunya cantik terlihat supel dan ramah. Mengobrol dengan anaknya yang duduk di sebelah saya. Awalnya ibunya hanya seperti guide yang menunjukkan sekolah saudara- saudaranya kepada anaknya.lalu ibunya memberitahuanaknya jika dia pergi bekerja naik kereta dari stasiun Sudimara. Jalanan dekat stasiun ini lumayan macet. Mobil D10 yang kami tumpangi menyelip antrian mobil di sebalah kiri mobil2 pribadi saat di tikungan “asgtaghfirullah!” semua tersentak kaget karena ada motor yang ingin menyalip dari sebelah kanan mobil D10 yang kami tupangi.Alhamdulillah rem cukup bagus jadi tidak ada masalah. Tetapi dengan kekagetan ini kemudian menjadi sebab pembicaraan antara penumpang.
Jalan belum lancar tepat di jembatan rel ada kereta yang melintas. Si anak yang melihat” Eh ada kereta” dan ibu disebelah menjawab “Iya dek itu keretanya kita bisa naik juga lho…” ibunya menjawab sambil senyum.Nah dari sini ibu sang anak bercerita tentang kereta kepada penumpang lainnya. Saya hanya menyimak pembicaraan 3 ibu yang duduk dekat dengan saya.
Ibu yang punya anak mengawali pembicaraan dengan “Harus hati2 kalau misalnya mau turun angkot.” “Lihat belakang ada kendaraan atau tidak. Tetangga saya ketabrak dan langsung mati ditempat saat turun dari angkot ada kendaraan yang melintas”. Ibu yang lain mengangguk sambil dahinya mengerutkarena kasihan mungkin ya…” Trus gimana itu Bu” tanya ibu yang lain. “ Ya…saat ditanya keluarganya minta menunda menjawab sebelum pemakaman ibu yang meninggal tertabrak motor saat turun angkot selesai. Setelah selesai keluarga sang korban menuntut pelaku /penabrak, menurut keluarga korban ini murni kecelakaan. Pembawa motor adalah siswa SMP , tidak punya SIM, sepeda motornya juga pinjaman. Hm….mesti hati – hati Bu…kalau bawa motor kejadian begitu gimana ? habis kan?” Si Ibu bercerita sangat serius. Saya masih terpaku dengan obrolan mereka.
“ Trus penabraknya anak sekolah gimana Bu?” tanya ibu yang lain.” Ya karena keluarga korban minta jalur hukum ya….di penjara padahal masih anak sekolah lho Bu….” Jawab ibunya.” Kasihan ya…” penumpang lain menjawab berbeda. “lha kok kasihan sich Bu….biarin aja orang salah” jelas ibu yang menceritakan.
Ibu ini bercerita lagi dengan tema yang berbeda sekarang ganti kereta api. Semenjak ada kejadian kecelakaan Senja Utama dengan Argo anggrek. Layanan kereta api kurang begitu memuaskan banyak yang telat. Dan itu juga berefek untuk kereta jurusan Serpong – Kota. Beberapa hari yang lalu ada traouble di lintasan kereta ini namun tidak ada korban.
Si ibu masih semangat menceritakan bahwa salah satu rekan kerjanya ada yang meninggal di kecelakaan kereta di stasuin yang ada di Pemalang itu. Dan ada rekan kerja yang biasa pulang week end ke kampung dengan kereta dia juga tidak pulang. Masih soal kereta. Saya hanya menjadi pendengar yang baik karena si Ibu bercerita dengan mimik yang bagus. Menjiwai pula. “ Sekarang naik kereta juga harus hati – hati “kata si Ibu. “ Ada copet”. Si ibu menceritakan dengan detil. Ya wajar karena Ibu ini pulang dan berangkat ke kantor menggunakan jasa kereta api. Dari penjelasan Ibu ini disimpulkan bahwa penampilan copet itu banyak yang bagus, necis, rapid dan wangi lebih rapi dari pegawai kantor.” Biasanya mereka dari serpong”tutur ibunya.”ada penumpang kereta yang baru naik tiba- tiba bilang eh HP saya hilang dicopet, ada yang di hipnotis dengan dipijat – pijat kakinya. Sambil mijat ternyata sembari mencari barang berharga untuk di copet. Ada tas yang disobek dengan silet ada juga yang digunting menjelang naik atau turun dari kereta.” Jelas ibu nya lagi.” Sekarang naik kereta ekspress pun tidak aman lho Bu….”.penumpang lain terheran “ Kenapa?” tanyanya. Di gerbong ekspress dengan harga tiket Rp 8000 meskipun ada gerbong khusus untuk wanita di gerbong depan dan paling belakang tetep aja copetnya. Wajah saya dan 2 penumpang lain semakin heran. Si Ibu menjelaskan lagi “ Pernah kejadian saya lihat ada penumpang deket saya di kereta ekspress dicopet sama copet perempuan. Ada satpam lho….tapi satpamnya tidak sigap.Hergh!saya jadi gemes pengen nimpuk satpamnya”. Ibu nya Nampak kesel dengan mengingat cerita ini.” Habisnya satpam kan jaga keamanan tapi kok nggak sigap”.
“Sekarang ini naik kendaraan apa aja harus hati – hati. Nggak angkot, nggak kopaja nggak metromini nggak kereta, nggak trans Jakartadengan kelas eksekutif atau ekonomi harus waspada. Nggak pandang bulu Bu……..” Si ibu masih semangat bercerita. Yang lain mengangguk percaya atau tidak sich kurang tahu saya.
Suasana sudah gelap. Adzan maghrib pun sudah berkumandang disepangjang perjalanan naik angkot D10 ini. Bincang antar penumpang masih berlanjut.” Makanya kalau pergi –pergi saya nggak buka – buka handphone mau krang kring saya biarin aja” tegas ibunya.
Gaya bercerita ibu ini memang bagus. Setelah lewat Tegalrotan Ibunya bercerita “Sekarang macet ini. Jalan banyak dicor rata seluruh Tangerang. Katanya yang dana-in itu ya….calon walikota no 4”. Sekarang ganti topik. Politik. “ Ada4 calon bingung mau milih yang mana. Paling Cuma gitu aja bangun jalan biar dipilih alih2 sudah jadi juga nggak ada perubahan”. “Saya males”. Si ibu nampak apatis dengan pemiluwalikota Tangsel.” Makanya saya kalau ada berita tentang politik nggak begitu suka habisnya beritanya bikin kesel uang rakyat di korupsi mulu…. Saya lebih senang nonton yang sergap – sergap begitu”.
Si ibu yang sudah bercerita panjang lebar sudah sampai tempat tujuan. Rupanya ibu ini mau pergi ke laundry dekat BTC bintaro. Sambil melempar senyum perpisahan “ Mari Bu….saya duluan…” kami yang masih di angkot membalas senyum sambil mengangguk.” Iya mari…”
Dari BTC ke jalan Haji Som tidak begitu jauh 15 menit saya sampai tujuan.Tepat di Bunderan setelah pom petronas saya turun. Memang sudah gelap pukul 19.00 saya turun angkot. Menuju kos saya tinggal jalan kaki sedikit sambil jalan saya bayangin cerita ibu dan menyimpulkan bahwa mungkin tadi Allah menjadikan sopir mengerem dadakan mobil angkot yang kami tumpangi supaya saya dan penumpang lain saling menyapa dan berbagi informasi.
Scenario Allah memang hebat dari hal yang tidak terduga saya bisa bersilaturahim dengan sahabat saya di JCC. Dengan hal yang tidak terduga pula saya jadi tahu realitas masyarakat dalam bepergian.Yach ini potongan hidup.Butuh hati yang bersih untuk memaknai semua kejadian supaya kita bisa tetap tawakkal kepada Allah.
Alhamdulillah hari ini dapat 6 halaman. Semoga istiqomah untuk menulis.mohon doanya ^^
Bintaro, 23 september 2010 . hari pelatihan guru sekolah alam di Parung, Kabupaten Bogor...saya bersama kawan saya sudah merencanakan untuk mengendarai sepeda motor berdua...yah tepat pukul 08.30 WIb di perempatan dekat Carrefour Bintaro. hm........sejenak akau menunggunya di datang bersama motor kesayangannya..Alhamdulillah.........
perjalanan kami terbilang lancar walau banyak angkot berjubelan dan mobil pribadi terasa membanjirijalan yang kami susuri. hup ha! akhirnya satu persatu bisa kami lewati....berharap bisa cepat sampai ditempat tujuan ........
pukul 08.50 kami sampai di lokasi ...eit ternyata sudah penuh ruangan dan ada konsultan yang di depan pintu menyambut kedatangan kami....ha! terlambat kita bu"
apa boleh buat isi meteri memang sudah pernah kami dapat tapi tetep aja lupa tali temali je ..hi hi pas banget sama lebaran!
konsekuensinya adalah kami dihukum sekejam!!!!
menurutku ini hukuman yang tidak adil karena kami terlambat bukan disengaja melainkan karena informasi yang disampaikan pimpinan kami masuk pukul 09.00. ya wajar kalau kami datang mendekati jam sembilan.
haduh ya sudah apa daya tak punya power untuk membela diri hufff
BAHWA INI CONTOH YANG TIDAK BAIK UNTUK KU!
DAN INI KAN MENJADI CATATAN KHUSUS UNTUK KU KE DEPAN ...BE THE BEST THAN,,,,,,,,,
Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.
Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Diantaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)
“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)
Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :
“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)
“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)
“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)
“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :
“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)
Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Diantara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)
Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga
Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?
Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Diantara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
1. Bertakwa.
2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :
“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13).
Wallahu A’lam Bis Shawab.
(Dikutip dari tulisan al ustadz Azhari Asri, judul asli Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya. MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini)
Anas berkata, “Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya.”
Ummu Humaid berkata, “Para wanita Madinah, jika hendak menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, pertama-tama mereka datang kepada ‘Aisyah dan memasukkannya di hadapannya, lalu dia meletakkan tangannya di atas kepalanya seraya mendo’akannya dan memerintahkannya agar bertakwa kepada Allah serta memenuhi hak suami”[1]
‘Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berwasiat kepada puterinya, “Janganlah engkau cemburu, sebab itu adalah kunci perceraian, dan janganlah engkau suka mencela, karena hal itu menimbulkan kemurkaan. Bercelaklah, karena hal itu adalah perhiasan paling indah, dan farfum yang paling baik adalah air.”
Abud Darda' berkata kepada isterinya, “Jika engkau melihatku marah, maka redakanlah kemarahanku. Jika aku melihatmu marah kepadaku, maka aku meredakanmu. Jika tidak, kita tidak harmonis.”
Ambillah pemaafan dariku, maka engkau melanggengkan cintaku.
Janganlah engkau berbicara dengan keras sepertiku, ketika aku sedang marah
Janganlah menabuhku (untuk memancing kemarahan) seperti engkau menabuh rebana, sekalipun
Sebab, engkau tidak tahu bagaimana orang yang ditinggal pergi
Janganlah banyak mengeluh sehingga melenyapkan dayaku
Lalu hatiku enggan terhadapmu; sebab hati itu berbolak-balik
Sesungguhnya aku melihat cinta dan kebencian dalam hati
Jika keduanya berhimpun, maka cinta pasti akan pergi
‘Amr bin Hajar, Raja Kindah, meminang Ummu Ayyas binti ‘Auf. Ketika dia akan dibawa kepada suaminya, ibunya, Umamah binti al-Haris menemui puterinya lalu berpesan kepadanya dengan suatu pesan yang menjelaskan dasar-dasar kehidupan yang bahagia dan kewajibannya kepada suaminya yang patut menjadi undang-undang bagi semua wanita. Ia berpesan:
“Wahai puteriku, engkau berpisah dengan suasana yang darinya engkau keluar, dan engkau beralih pada kehidupan yang di dalamnya engkau naik untuk orang yang lalai dan membantu orang yang berakal. Seandainya wanita tidak membutuhkan suami karena kedua orang tuanya masih cukup dan keduanya sangat membutuhkanya, niscaya akulah orang yang paling tidak membutuhkannya. Tetapi kaum wanita diciptakan untuk laki-laki, dan karena mereka pula laki-laki diciptakan.
Wahai puteriku, sesungguhnya engkau berpisah dengan suasana yang darinya engkau keluar dan engkau berganti kehidupan, di dalamnya engkau naik kepada keluarga yang belum engkau kenal dan teman yang engkau belum terbiasa dengannya. Ia dengan kekuasaannya menjadi pengawas dan raja atasmu, maka jadilah engkau sebagai abdi, niscaya ia menjadi abdimu pula. Peliharalah untuknya 10 perkara, niscaya ini akan menjadi kekayaan bagimu.
Pertama dan kedua, tunduk kepadanya dengan qana’ah (merasa cukup), serta mendengar dan patuh kepadanya.
Ketiga dan keempat, memperhatikan mata dan hidungnya. Jangan sampai matanya melihat suatu keburukan darimu, dan jangan sampai mencium darimu kecuali aroma yang paling harum.
Kelima dan keenam, memperhatikan tidur dan makannya. Karena terlambat makan akan bergejolak dan menggagalkan tidur itu membuat orang marah.
Ketujuh dan kedelapan, menjaga hartanya dan memelihara keluarga dan kerabatnya. Inti perkara berkenaan dengan harta ialah menghargainya dengan baik, sedangkan berkenaan dengan keluarga ialah mengaturnya dengan baik.
Kesembilan dan kesepuluh, jangan menentang perintahnya dan jangan menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau menyelisihi perintahnya, maka hatinya menjadi kesal dan jika engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak merasa aman terhadap pengkhianatannya. Kemudian janganlah engkau bergembira di hadapannya ketika dia bersedih, dan jangan pula bersedih di hadapannya ketika dia bergembira”[2]
Seseorang menikahkan puterinya dengan keponakannya. Ketika ia hendak membawanya, maka dia berkata kepada ibunya, “Perintahkan kepada puterimu agar tidak singgah di kediaman (suaminya) melainkan dalam keadaan telah mandi. Sebab, air itu dapat mencemerlangkan bagian atas dan membersihkan bagian bawah. Dan janganlah ia terlalu sering mencumbuinya. Sebab jika badan lelah, maka hati menjadi lelah. Jangan pula menghalangi syahwatnya, sebab keharmonisan itu terletak dalam kesesuaian.
Ketika al-Farafishah bin al-Ahash membawa puterinya, Nailah, kepada Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan Radhitallahu ‘anhu, dan beliau telah menikahinya, maka ayahnya menasihatinya dengan ucapannya, “Wahai puteriku, engkau didahulukan atas para wanita dari kaum wanita Quraisy yang lebih mampu untuk berdandan darimu, maka peliharalah dariku dua hal ini : bercelaklah dan mandilah, sehingga aromamu adalah aroma bejana yang terguyur hujan.”
Abul Aswad berkata kepada puterinya, “Jangalah engkau cemburu, sebab kecemburuan itu adalah kunci perceraian. Berhiaslah, dan sebaik-baik perhiasan ialah celak. Pakailah wewangian, dan sebaik-baik wewangian ialah menyempurnakan wudhu.’”
Ummu Ma’ashirah menasihati puterinya dengan nasihat berikut ini yang telah diramunya dengan senyum dan air matanya: “Wahai puteriku, engkau akan memulai kehidupan yang baru… Suatu kehidupan yang tiada tempat di dalamnya untuk ibumu, ayahmu, atau untuk seorang pun dari saudaramu. Engkau akan menjadi teman bagi seorang pria yang tidak ingin ada seorangpun yang menyekutuinya berkenaan denganmu hingga walaupun ia berasal dari daging dan darahmu. Jadilah engkau sebagai isteri, wahai puteriku, dan jadilah engkau sebagai ibu baginya. Jadikanlah ia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam kehidupannya dan segalanya dalam dunianya. Ingatlah selalu bahwa suami itu anak-anak yang besar, jarang sekali kata-kata manis yang membahagiakannya. Jangan engkau menjadikannya merasa bahwa dengan dia menikahimu, ia telah menghalangimu dari keluargamu.
Perasaan ini sendiri juga dirasakan olehnya. Sebab, dia juga telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan meninggalkan keluarganya karenamu. Tetapi perbedaan antara dirimu dengannya ialah perbedaan antara wanita dan laki-laki. Wanita selalu rindu kepada keluarganya, kepada rumahnya di mana dia dilahirkan, tumbuh menjadi besar dan belajar. Tetapi dia harus membiasakan dirinya dalam kehidupan yang baru ini. Ia harus mencari hakikat hidupnya bersama pria yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru, wahai puteriku. Inilah masa kini dan masa depanmu. Inilah mahligaimu, di mana kalian berdua bersama-sama menciptakannya.
Adapun kedua orang tuamu adalah masa lalu. Aku tidak memintamu melupakan ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selama-lamanya. Wahai sayangku, bagaimana mungkin ibu akan lupa belahan hatinya? Tetapi aku meminta kepadamu agar engkau mencintai suamimu, mendampingi suamimu, dan engkau bahagia dengan kehidupanmu bersamanya.”
Diriwayatkan bahwa Ibnu Abi ‘Udzr ad-Du'ali -pada hari-hari pemerintahan ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu- menceraikan wanita-wanita yang dinikahinya. Sehingga muncullah kepadanya beberapa peristiwa yang tidak disukainya berkenaan dengan para wanita tersebut dari hal itu. Ketika dia mengetahui hal itu, maka dia memegang tangan ‘Abdullah bin al-Arqam sehingga membawanya ke rumahnya. Kemudian dia berkata kepada isterinya: “Aku memintamu bersumpah demi Allah, apakah engkau benci kepadaku?” Ia menjawab, “Jangan memintaku bersumpah demi Allah.” Dia mengatakan, “Aku memintamu bersumpah demi Allah.” Ia menjawab, “Ya.”
Kemudian dia berkata kepada Ibnul Arqam, “Apakah engkau dengar?” Kemudian keduanya bertolak hingga sampai kepada ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu lalu mengatakan, “Kalian mengatakan bahwa aku menzhalimi kaum wanita dan menceraikan mereka. Bertanyalah kepada al-Arqam.” Lalu ‘Umar bertanya kepadanya dan mengabarkannya. Lalu beliau mengirim utusan kepada isteri Ibnu Abi ‘Udzrah (untuk datang kepada ‘Umar). Ia pun datang bersama bibinya, lalu ‘Umar bertanya, “Engkaukah yang bercerita kepada suamimu bahwa engkau marah kepadanya?” Ia menjawab, “Aku adalah orang yang mula-mula bertaubat dan menelaah kembali perintah Allah kepadaku. Ia memintaku bersumpah dan aku takut berdosa bila berdusta, apakah aku boleh berdusta, wahai Amirul Mukminin?” Dia menjawab, “Ya, berdustalah. Jika salah seorang dari kalian tidak menyukai salah seorang dari kami, janganlah menceritakan hal itu kepadanya. Sebab, jarang sekali rumah yang dibangun di atas dasar cinta, tetapi manusia hidup dengan Islam dan mencari pahala”[3]
Kepada setiap muslimah yang memenuhi hak-hak suaminya dan takut terhadap murka Rabb-nya karena dia mengetahui hak suaminya atasnya! Inilah contoh sebagian pria yang mensifati isterinya yang tidak mengetahui hak suaminya dan tidak pula memelihara kebaikannya. Ia tidak mempercantik diri dan tidak berdandan untuknya, serta bermulut kasar. Ia mensifatinya dengan sifat yang membuat hati bergetar dan telinga terngiang-ngiang. Camkanlah sehingga engkau tidak jatuh ke tempat yang menggelincirkan ini.
[Disalin dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif Ilal Yaa, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Nikah Dari A Sampai Z, Penulis Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq, Penterjemah Ahmad Saikhu, Penerbit Pustaka Ibnu Katsair] dikutip dari Oleh my Qur'an tulisan Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq